Penilaian publik terhadap sistem demokrasi yang berjalan di Indonesia diterima positif oleh 73 persen responden yang berjumlah 2.100 orang dari 34 provinsi. Mereka menilai demokrasi lebih baik dari bentuk pemerintahan lainnya.
Sebagian besar responden juga melihat pemerintah Indonesia cukup berhasil dalam menerapkan demokrasi. Sekitar 82 persen responden menyatakan Indonesia demokratis, jauh lebih banyak dari anggapan tidak demokratis yang hanya 8 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebab kalau publik atau responden yakin akan partisipasinya, akan keterlibatannya, tentu ini sesuatu yang positif yang bisa membenahi kehidupan politik bangsa kita ke depan," ujar Syamsuddin di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis (19/7).
"Orde Baru dan jargon rindu Soeharto makin tidak laku. Artinya semakin sedikit pendukung Soehartoisme atau pola pemerintah Orde Baru," ucap Kepala P2P LIPI Firman Noor.
Sentimen positif terhadap demokrasi ini ternyata tidak diikuti oleh kepercayaan publik terhadap partai politik. Ini terlihat dari preferensi partai politik.
PDIP merupakan partai paling banyak dipilih oleh responden dengan skor 24,1 persen, diikuti oleh Golkar 10,2 persen, dan Gerindra 9,1 persen. Namun skor ketiga parpol itu masih kalah dari responden yang tidak menjawab, yakni sebesar 26,1 persen.
Temuan itu makin kuat ketika 26,1 persen responden yang tidak memilih partai politik itu dihadapkan kandidat capres ideal. Meski 33 persen masih setia tidak menjawab, 45,8 persen memilih Jokowi, 18,6 persen memilih Prabowo Subianto, lalu sisanya golput.
Firman menduga temuan itu muncul akibat performa partai politik di Indonesia masih jauh dari harapan masyarakat. Terlebih menurutnya budaya politik di negara ini kental bersifat parokial di banyak tempat.
"Orang Indonesia setuju akan demokrasi, tapi tidak begitu yakin dengan partai politik," tukas Firman.
Survei LIPI ini dilakukan pada 19 April-5 Mei 2018 di 34 provinsi dengan 2.100 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner dan wawancara tatap muka.
Sementara margin of error pada sampel penelitian ini berkisar 2,14 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Metodologi yang digunakan adalah multistage random sampling. (res)