Dirjen PAS Siap Mundur Jika Gagal Revitalisasi Lapas

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Minggu, 22/07/2018 01:48 WIB
Dirjen PAS Siap Mundur Jika Gagal Revitalisasi Lapas Suasana Lapas Sukamiskin usai KPK lakukan OTT, Sabtu (21/7). (Detikcom/Tri Ispranoto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami menyatakan siap mundur dari jabatannya jika gagal melaksanakan revitalisasi lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan).

Program revitalisasi itu diklaim telah disiapkan pihaknya sebelum kasus dugaan suap jual beli fasilitas di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, terungkap.

"Kita lihat nanti revitalisasi, kalau tidak berhasil saya mundur," kata Sri, di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Sabtu (21/7) malam.

Ia menambahkan bahwa program itu akan mulai berjalan Agustus. Nantinya, akan ada 99 dari 528 lapas dan rutan seluruh Indonesia yang dicanangkan sebagai percontohan.

Sri juga mengklaim program itu disiapkan untuk menjadi bagian dari proses penyelenggaraan pemasyarakatan dalam sistem peradilan pidana.

Lebih lanjut, kata dia, akan ada evaluasi yang dilakukan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly terhadap kejadian ini. Dia pun tak menampik jika bakal terkena sasaran evaluasi.

Direktur Jendral Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami.Direktur Jendral Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami. (CNN Indonesia/Ciputri Hutabarat)
"Bukan tidak mungkin bahwa juga akan dievaluasi terhadap kami, akan dilakukan evaluasi terhadap jajaran Ditjen PAS," katanya.

Di sisi lain, Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Barat Indro Purwoko menyatakan siap dievaluasi terkait kasus di Lapas Sukamiskin. Dia juga mengklaim tak masalah jika dicopot dari jabatannya.

"Boleh saja [dicopot]," kata Indro terpisah di kantor Kementerian Hukum dan HAM.

Sebelumnya, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein. Mereka adalah Wahid sendiri, narapidana kasus korupsi Badan Keamanan Laut (Bakamla) Fahmi Darmawansyah, pegawai Lapas Sukamiskin Hendry Saputra, serta seorang narapidana tindak pidana umum Andri Rahmat.

KPK mengamankan barang bukti suap fasilitas sel mewah dan izin napi di Lapas Sukamiskin yakni uang total Rp279.920.000 dan US$1.410. Selain itu, ada dua mobil Wahid yang diamankan KPK karena diduga terkait suap, yaitu Mistubishi Triton Exceed berwarna hitam dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar berwarna hitam.




(arh)