Kemenkumham Akan Bongkar Gazebo di Lapas Sukamiskin

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Minggu, 22/07/2018 02:18 WIB
Kemenkumham Akan Bongkar Gazebo di Lapas Sukamiskin Tampak depan Lapas Sukamiskin, Bandung, belum lama ini. (CNN Indonesia/Huyogo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Hukum dan HAM berjanji bakal segera membongkar saung atau gazebo yang berada di area Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

"Jadi ada ruang kunjungan yang sekarang ini kita benahi. Gazebo itu akan kita bongkar. Kita bongkar, kita akan bongkar," kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami di kantornya, Jakarta, Sabtu (21/7).

Puluhan unit gazebo di Lapas Sukamiskin dibangun dari bambu dengan dinding anyaman rotan dan beratap ijuk. Gazebo tersebut biasa dimanfaatkan para napi untuk menerima kedatangan tamu yang membesuk. Namun, Sri belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkait teknis pembongkaran gazebo.


"Itu kita akan lakukan penataan terhadap ruang kunjungan," ujarnya.

Ditjen PAS dan Inspektorat Jenderal Kemenkumham juga masih mengonfirmasi dugaan penyewaan sel Lapas Sukamiskin yang mencapai Rp200 juta-Rp500 juta. Termasuk, dugaan napi yang membawa kunci kamar.

"Tim kami sedang turun ke lapangan. Harapan kami, kita mendapatkan informasi sejelas-jelasnya terkait dengan itu. Jadi, mohon tunggu hasilnya dalam waktu tidak terlalu lama," kata Sri.

Sebelumnya, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein. Mereka adalah Wahid sendiri, narapidana kasus korupsi Badan Keamanan Laut (Bakamla) Fahmi Darmawansyah, pegawai Lapas Sukamiskin Hendry Saputra, serta seorang narapidana tindak pidana umum Andri Rahmat.

KPK mengamankan barang bukti suap fasilitas sel mewah dan izin napi di Lapas Sukamiskin yakni uang total Rp279.920.000 dan US$1.410. Selain itu, ada dua mobil Wahid yang diamankan KPK karena diduga terkait suap, yaitu Mistubishi Triton Exceed berwarna hitam dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar berwarna hitam.

(arh)