Jero Wacik: Bandung Dingin, Saya Tak Pakai AC di Sukamiskin

Feri Agus, CNN Indonesia | Senin, 23/07/2018 12:19 WIB
Jero Wacik: Bandung Dingin, Saya Tak Pakai AC di Sukamiskin Eks Menteri ESDM yang juga terpidana kasus korupsi Jero Wacik mengklaim tak menggunakan AC di sela yang ia tempati di Lapas Sukamiskin. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengaku tak tahu bila di sel milik Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia, Fahmi Darmawansyah terdapat sejumlah fasilitas, seperti pendingin udara (AC), televisi, kulkas, dan wastafel. Baik Jero maupun Fahmi sama-sama menjalani hukuman di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Jero mengklaim di sel yang dia tempati Sukamiskin tak terdapat AC seperti yang ada di kamar Fahmi yang juga suami Inneke Koesherawati itu.

"Saya enggak pakai AC. Enggak ada, kan Bandung dingin," kata Jero sebelum sidang peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (23/7).


Jero merupakan terpidana korupsi di lingkungan Kementerian ESDM, menyalahgunakan Dana Operasional Menteri (DOM), memeras sejumlah pihak saat menjabat sebagai Menteri ESDM, dan menerima suap.

Ia divonis delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidier enam bulan kurungan oleh Mahkamah Agung pada tingkat kasasi. Mantan Menteri Kebudayan dan Pariwisata itu juga diminta membayar uang pengganti sebesar Rp5,07 miliar.

Jero melanjutkan bahwa dia tak pernah main ke kamar narapidana lain di Lapas Sukamiskin.

Ia juga baru mengetahui terjadi operasi tangkap tangan terhadap Fahmi dan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen sehari setelahnya. Saat ini, kata Jero situasi di Lapas Sukamiskin sudah kembali normal.

"Baik-baik saja (setelah OTT Kalapas Sukamiskin)," ujar eks politikus Partai Demokrat tersebut.

Jero menyatakan tak pernah ditawari untuk membeli sel dengan fasilitas mewah seperti sel yang ditempati Fahmi. Menteri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga mengaku tak memiliki sawung.

"Enggak, saya kan udah lama di sini (Lapas Sukamiskin) sudah dua tahun," ujarnya.

Sebelumnya, melalui OTT, KPK membongkar dugaan suap jual-beli fasilitas dan izin luar biasa kepada narapidana kasus korupsi di Lapas Sukamiskin.

Lembaga antirasuah itu kemudian menetapkan Fahmi, Wahid, staf Lapas Sukamiskin Hendry Saputra, dan salah satu narapidana kasus pidana umum Andri Rahmat, sebagai tersangka suap.

Fahmi diduga memberikan sejumlah uang dan dua unit mobil kepada Wahid lewat Hendry dan Andri. Pemberian tersebut dilakukan Fahmi agar mendapat sejumlah fasilitas di dalam sel dan kemudahan keluar masuk Lapas Sukamiskin.

Dalam OTT itu, KPK turut menyita uang sejumlah Rp279 juta dan US$1.410, serta dua unit mobil yakni Mitsubishi Triton Exceed dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar. (osc)