Sidak Lapas Porong, Yasonna Sebut Napi Korupsi Lebih Bersih

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 23/07/2018 03:39 WIB
Sidak Lapas Porong, Yasonna Sebut Napi Korupsi Lebih Bersih Menkumham Yasonna H Laoly saat diperiksa dalam kasus e-KTP di gedung KPK, Jakarta, Senin (2/7). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pascakasus jual beli fasilitas di Lapas Sukamiskin, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly melakukan inspeksi mendadak alias sidak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, Minggu (22/7) malam.

Saat itu, Yasonna didampingi Kadivpas Kemenkumham Jatim Krismono dan kepala UPT dari Korwil I Surabaya, dan petugas pemasyarakatan dari Korwil I Surabaya.

Menkumham mengaku ingin memastikan Lapas atau Rutan di Jatim melakukan pelayanan sesuai dengan prosedur operasional standar. Dalam sidak yang berlangsung sekitar 2 jam itu, pihaknya tak menemukan kejanggalan.

"Jadi, kami melakukan hal yang sama dengan lapas lain secara serentak. Di Lapas Porong ini, memang kita tidak menemukan hal yang aneh. Hanya beberapa peralatan seperti kabel, charger, kipas angin, korek api, dan beberapa alat makan seperti sendok dan pisau dapur, yang disita petugas," tuturnya.

Kalapas Sukamiskin Wahid Husein memakai rompi tahanan KPK.Kalapas Sukamiskin Wahid Husein memakai rompi tahanan KPK. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Dari pemantauan CNNIndonesia.com, tidak ada yang berbeda dengan system pelayanan yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan Porong, Sidoarjo terhadap warga binaan. Namun, ada sedikit perbedaan antara ruang tahanan napi Narkoba atau Korupsi dengan ruang tahanan kasus kriminal umum.

Dalam sidak tersebut, petugas dibagi dua tim. Yasonna bersama timnya lebih dulu mengunjungi ruang tahanan kasus narkoba dan korupsi. Ruang tahanan tersebut dihuni sebanyak lima hingga tujuh narapidana. Ruang yang ditempati pun tertata rapi dengan penerangan yang cukup.

Sementara, ruang tahanan kasus kriminal umum yang berada di Blok D bernuansa pengap. Satu sel tahanan pun dihuni oleh lebih banyak narapidana dibanding ruang tahanan kasus korupsi dan Narkoba. Hal itu semakin diperparah dengan penerangan yang minim, beberapa tembok yang terlihat lusuh.

"Pelayanan sudah sesuai standar yang ada. Perbedaannya di blok H lebih bersih karena narapidananya memang menjaga kebersihan," dalih Yasonna.

Ia yang merupakan politikus PDIP itu meminta kepada jajarannya agar sidak semacam ini bisa dilakukan secara rutin dan dilaksanakan sesuai SOP yang ada.

Rekaman KPK soal fasilitas mewah di sel Lapas Sukamiskin.Rekaman KPK soal fasilitas mewah di sel Lapas Sukamiskin. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Selain itu, Yasonna menginstruksikan agar jajarannya bisa mencegah penyalahgunaan wewenang. Dia mengaku akan memberikan hukuman keras bagi anak buahnya yang sengaja bermain-main.

"Saya tegaskan agar pegawai di Kemenkumham bersih dari Korupsi. Jangan sampai menyalahgunakan wewenang, apalagi sampai ada jual beli kamar mewah seperti di [Lapas] Sukamiskin," katanya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Wahid Husen sebagai tersangka penerima suap jual beli fasilitas lapas. Tersangka pemberi suap adalah narapidana kasus Badan Keamanan Laut, Fahmi Darmawansyah, serta napi kasus pidana umum Andri Rahmat.


(dik/arh)