Sandi Ajak Netizen 'Bungkam' Media Asing Pengkritik Kali Item

Dhio Faiz, CNN Indonesia | Senin, 23/07/2018 14:19 WIB
Sandi Ajak Netizen 'Bungkam' Media Asing Pengkritik Kali Item Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengajak netizen bersatu membuktikan kepada media asing bahwa Indonesia siap menggelar Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Rebeca Joy Limardjo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta netizen tak terpancing dengan kritik tajam media asing soal penutupan Kali Item di sekitar Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat menggunakan kain jaring.

Sandi mengajak netizen untuk bersatu menunjukkan kepada media asing kalau Indonesia bisa menggelar Asian Games.

"Ini justru kesempatan kita untuk bersatu, kita tunjukkan kepada asing bahwa kita mampu. Jangan mempertanyakan kemampuan kita, kita ini bangsa besar," kata Sandi saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (23/7).


Pernyataan tersebut dilontarkan menyikapi kritik tajam media Singapura Channel News Asia.

Pada 20 Juli, Channel News Asia menurunkan sebuah tulisan berjudul 'Jakarta covers up 'stinky, toxic' river near Asian Games village' sebagai respons atas kebijakan Pemprov DKI menutup permukaan Kali Item di sekitar Wisma Atlet dengan kain jaring.

Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan pemasangan kain jaring hitam di Kali Item bertujuan mengurangi aroma tidak sedap yang berasal dari kali tersebut.

Anies berujar aroma tidak sedap sampai ke Wisma Atlet yang akan ditempati oleh atlet-atlet dari berbagai negara peserta Asian Games 2018.

"Kebetulan cafetaria (Wisma Atlet) lokasinya itu berada di sisi halaman yang dekat dengan sungai, sehingga pada waktu-waktu tertentu, utamanya siang dan sore ketika sungai mengalami penguapan aroma dari sungai itu terhembus angin dan tercium di lingkungan Wisma Atlet," ucap Anies di Balai Kota, Jakarta, Jumat (20/7).

Kritik Channel News Asia sekaligus memperuncing perdebatan di dunia maya soal ketidakseriusan Pemprov DKI menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Sementara Sandi mencoba membandingkan kritik terhadap kesiapan Pemprov DKI dengan kritik terhadap kesiapan Rusia menggelar Piala Dunia 2018 lalu.

"Di Rusia kemarin World Cup semua banyak yang menyoroti. Ternyata di Rusia yang terbaik paling rapi, paling terorganisir," lanjutnya.

(wis)