Ia merasa tak bersalah menilai AHY sebagai anak boncel meski ditegur oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
"Saya tidak mau minta maaf, ngapain? Orang tujuan saya benar kok," ujar Arief saat dihubungi, Senin (27/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski memiliki potensi berbekal latar belakangnya sebagai lulusan Akademi Militer (Akmil), Arief merasa AHY harus ditempa dalam politik.
"AHY ini harus ditempa. Dikritik harus kuat. Jangan tiba-tiba lapor, baru dihina begitu. Untung yang menghina saya, kalau yang mengina masyarakat kecil gimana?" ujarnya.
AHY, kata dia, juga harus mencontoh Joko Widodo saat menjadi capres di Pilpres 2014. Selain dihina olehnya, Arief menyebut Jokowi lebih tragis karena sempat dihina juga oleh Jusuf Kalla yang kemudian menjadi cawapresnya di Pilpres 2014.
"AHY harus diuji karena nanti dia yang memimpin Indonesia. Makanya harus disiapkan jadi pemimpin yang kuat dan mumpuni. Biarkan masyarakat yang menilai AHY siapa. Tidak bisa jadi pemimpin kalau kayak gini," ujar Arief.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyesalkan pernyataan Arief Poyuono yang meremehkan kualitas AHY.
"Saudara Arief Poyuono, saya sangat menyesal mendengar Anda membuat komentar tentang rencana kita berkoalisi dengan partai Demokrat," ucap Prabowo melalui surat yang diberikan kepada Arief Poyuono. Surat tersebut diberikan oleh Waketum Gerindra Sugiono, Senin (23/7).
(ugo/sur)