Padahal, menurutnya, banyak hal positif yang bisa diberitakan sehingga bisa diketahui oleh dunia internasional.
Misalnya, keberhasilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) yang berhasil membangun wisma atlet di Kemayoran dalam waktu singkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies menilai pembangunan wisma atlet tersebut merupakan kerja kolosal yang patut diapresiasi sebab dikejarkan secara total.
Jaring yang menutup Kali Item di depan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, 20 Juli. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Selain pembangunan wisma atltet, Anies juga menyoroti pemberitaan soal keberhasilan pembangunan venue yang jarang diangkat oleh media. Kemudian, soal inisiatif dan kreasi warga dalam menyambut Asian Games, menurutnya juga patut untuk diberitakan.
Anies menilai hal-hal seperti itu patut untuk diangkat dan diberitakan.
"Kenyataan adalah kenyataan, tidak perlu ditutup-tutupi, tapi seimbang saya rasa penting, jadi nanti keseimbangan" ucap Anies.
Kendati demikian, Anies pun mengaku memahami bahwa pemberitaan media tidak bisa diatur.
Wisma Atlet Asian Games 2018, di Kemayoran, Jakarta, 21 Juli. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Saya berharap sekali media menjadi pembangkit percaya diri bangsa dan bukan pemangkas percaya diri bangsa," imbuhnya.
Sebelumnya, Anies juga menyinggung media nasional soal pemberitaan Kali Sentiong atau Kali Item yang terletak di samping Wisma Atlet, Kemayoran. Menurut Anies, media asing tak akan ikut memberitakan Kali Item jika media nasional tak memberitakannya.
"Tentu (diberitakan media asing) karena diberitakan oleh media nasional. Jadi media internasional itu hanya mengambil dari media lokal," kata Anies di Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7).
(arh/sur)
Jaring yang menutup Kali Item di depan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, 20 Juli. (
Wisma Atlet Asian Games 2018, di Kemayoran, Jakarta, 21 Juli. (