"Saya sampaikan komitmennya bahwa PDI Perjuangan selalu memberikan dukungan terhadap arah koalisi yang diberikan pak Presiden Jokowi," ujar Hasto saat ditemui di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (26/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto mengatakan faktor utama SBY ingin berkoalisi dengan oposisi di Pilpres 2019 adalah karena memiliki masalah hubungan dengan Megawati.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, di Jakarta, belum lama ini. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Hasto menyebut komitmen itu sudah disampaikannya ke pihak Partai Demokrat. Yakni, saat bertemu Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto, di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Jumat (13/7).
Pada pertemuan itu, Hasto menjelaskan secara panjang lebar bahwa Jokowi membutuhkan koalisi besar di Pilpres 2019.
"Karena di dalam sistem presidensial, kita ingin Presiden tidak hanya kuat dari dukungan rakyat, tapi dukungan dari parlemen. Ya itulah, Pak Presiden tentukan arah [koalisi]," ucap Hasto.
Hasto mencontohkannya dengan bentuk kerjasama antara Jokowi dengan Partai Golkar, PPP, dan PAN. Padahal, ketiga parpol tersebut tak ikut mendukung dan mengusung pasangan Jokowi-JK di Pilpres 2014.
(arh/sur)
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, di Jakarta, belum lama ini. (