"Gelombang laut masih kategori tinggi, antara 3 hingga 5 meter," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Djoko Budiono di Yogyakarta, Sabtu (28/7).
Badai tropis tersebut, kata dia, bergerak ke timur laut Filipina dengan kecepatan 22 kilometer per jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tersebut, menurut Joko, menimbulkan perbedaan tekanan udara yang signifikan antara belahan bumi bagian utara dan selatan sehingga berdampak pada peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 35 km per jam dan peningkatan tinggi gelombang laut di pesisir selatan Yogyakarta.
Mengacu perkiraan BMKG Yogyakarta, tinggi gelombang di perairan selatan DIY Sabtu (28/7) tinggi gelombang pada kisaran 3 hingga 5 meter, selanjutnya pada Minggu (29/7) tinggi gelombang pada kisaran 3,5 meter hingga 5 meter. Pada Senin (30/7), tinggi gelombang diperkirakan ada pada kisaran 3 meter hingga 5 meter dan Selasa (31/7) tinggi gelombang pada kisaran 2 meter hingga 3 meter.
Menurut Joko, perkiraan tersebut tidak menutup kemungkinan masih bisa berubah. Hingga saat ini, petugas di Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta terus melakukan pemantauan 24 jam. (stu)