Gelombang Laut Selatan Tinggi, Nelayan Diimbau Tak Melaut

Antara, CNN Indonesia | Sabtu, 28/07/2018 11:31 WIB
BMKG Yogyakarta mencatat gelombang di Laut Selatan masih berkisar 3-5 meter hingga beberapa hari ke depan, nelayan diimbau tidak melaut sementara waktu. Ilustrasi. Ombak di daerah wisata Pantai Glagah, Temon, Kulonprogo, Yogyakarta, Jumat (20/7). (Antara/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta memperkirakan gelombang di pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta hingga saat ini masih dalam kategori tinggi sehingga perlu diwaspadai oleh masyarakat, khususnya nelayan.

"Gelombang laut masih kategori tinggi, antara 3 hingga 5 meter," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Djoko Budiono di Yogyakarta, Sabtu (28/7).
Joko mengatakan berdasarkan kondisi dinamika atmosfer terakhir pada 27 Juli 2018 pukul 16.30 WIB, masih terpantau badai tropis Jongdari dengan tekanan 965 hekto pascal (hPa) di belahan bumi utara yakni di Samudera Pasifik.

Badai tropis tersebut, kata dia, bergerak ke timur laut Filipina dengan kecepatan 22 kilometer per jam.


Selain itu, lanjut dia, di belahan bumi selatan di Samudera Hindia, tepatnya di sebelah barat Australia juga masih terpantau pusat tekanan udara tinggi dengan tekanan mencapai 1.024 hPa.

Kondisi tersebut, menurut Joko, menimbulkan perbedaan tekanan udara yang signifikan antara belahan bumi bagian utara dan selatan sehingga berdampak pada peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 35 km per jam dan peningkatan tinggi gelombang laut di pesisir selatan Yogyakarta.
Oleh sebab itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ia berharap para nelayan untuk sementara waktu agar tidak melaut.

"Kepada wisatawan dihimbau untuk tidak mandi di laut hingga tinggi gelombang laut kondusif kembali," kata dia.

Mengacu perkiraan BMKG Yogyakarta, tinggi gelombang di perairan selatan DIY Sabtu (28/7) tinggi gelombang pada kisaran 3 hingga 5 meter, selanjutnya pada Minggu (29/7) tinggi gelombang pada kisaran 3,5 meter hingga 5 meter. Pada Senin (30/7), tinggi gelombang diperkirakan ada pada kisaran 3 meter hingga 5 meter dan Selasa (31/7) tinggi gelombang pada kisaran 2 meter hingga 3 meter.

Menurut Joko, perkiraan tersebut tidak menutup kemungkinan masih bisa berubah. Hingga saat ini, petugas di Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta terus melakukan pemantauan 24 jam. (stu)