Abdul Somad Diandalkan untuk Dongkrak Elektabilitas Prabowo

JNP, CNN Indonesia | Minggu, 29/07/2018 13:45 WIB
Abdul Somad Diandalkan untuk Dongkrak Elektabilitas Prabowo Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Yusuf Muhammad Martak menyatakan dua tokoh yang diusulkan Ijtima ulama dan tokoh nasional menjadi calon wakil presiden Prabowo Subianto memiliki kapabilitas dan elektabilitas tinggi. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak meyakini rekomendasi dua calon wakil presiden yang akan mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hasil Ijtima ulama dan tokoh nasional akan diterima.

Kedua cawapres itu adalah Ustaz Abdul Somad dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al- Jufri.

Keyakinan didasarkan pada elektablitas dan kapabilitas kedua tokoh tersebut. Yusuf mengatakan bahwa kedua calon tersebut memiliki elektabilitas dan kapabilitas untuk menjadi wakil presiden pendamping Prabowo.



"Elektabilitas saya yakin. Dan saya pikir ulama tidak hanya berperan sebagai ulama tapi punya kapasitas yang lebih dari manusia biasa," ujar Yusuf di Hotel Peninsulla, Jakarta, Minggu (29/7).

Yusuf mengatakan tingginya elektabilitas Salim dan Abdul Somad tercermin dari pengalamannya empat tahun lalu. Saat itu dia mengaku lebih mengenal kedua tokoh tersebut ketimbang Joko Widodo yang saat ini menjadi presiden.

Yusuf yakin rekomendasi GNPF akan diterima oleh Prabowo. Apalagi, Prabowo sudah menyatakan dan mengakui Rizieq Shihab sabagai imam besarnya.

Walaupun demikian, pihaknya menyerahkan semuanya kepada Prabowo dan partai koalisi pengusungnya.


Walaupun sudah merekomendasikan dua nama calon wakil presiden, Yusuf mengatakan bahwa partai koalisi pengusung Prabowo dalam Pemilihan Presiden 2019 berhak untuk menolak hasil ijtima ulama tersebut, sembari mengingatkan bahwa kekuatan ulama pada pesta demokrasi 2019 sangat penting.

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Steering Committee Ijtimak Ulama Dhani Anwar juga mengatakan rekomendasi ini berdasarkan hasil diskusi dengan Rizieq Shihab. Oleh karena itu, Ijtima juga memberikan mandat sebagai rencana alternatif apabila rekomendasi cawapres tidak diterima.

"Dalam keputusan Ijtima kami memberikan mandat sepenuhnya kepada Rizieq untuk nantinya mengambil keputusan akan dinamika politik gang berubah-berubah. berdoa diterima oleh calon presiden kita. Tapi kita juga memiliki wibawa imam besar kita, Rizieq Shihab. Makanya kami berikan exit plan," ujar Dhani

(agt)