Sorot Tolak Neno di Batam, Eggi Sebut Pendukung Jokowi Panik

JNP, CNN Indonesia | Senin, 30/07/2018 02:35 WIB
Eggi Sudjana menyatakan aksi penolakan terhadap Neno Warisman di bandara Batam menunjukkan kepanikan di kubu pendukung Jokowi atas gerakan #2019GantiPresiden. Eggi Sudjana menyatakan aksi penolakan terhadap Neno Warisman di bandara Batam menunjukkan kepanikan di kubu pendukung Jokowi atas gerakan #2019GantiPresiden. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212, Eggi Sudjana menyebut pengadangan Aktivis #2019GantiPresiden, Neno Warisman beserta rombongannya di bandara Hang Nadim, Batam merupakan bentuk kepanikan dari pendukung Jokowi menjelang Pilpres 2019.

Pada Sabtu kemarin (28/7), Neno dan rombongan yang hendak menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden dihadang oleh sejumlah massa. Neno pun tak bisa keluar dari bandara sejak ia mendarat sekitar pukul 17.00, serta bar bisa beranjak dari tempat itu sekitar pukul 01.00 WIB, Minggu (29/7) dini hari WIB.

"Itu tandanya Gerakan 2019GantiPresiden membuat panik pihaknya Jokowi. Kepanikannya itu tidak terukur lagi. Jadi buat ngaco-ngaco, berperilaku intoleran dan berlaku tidak demokratis," ujar Eggi usai acara Ijtima di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, Minggu (29/7).



Lebih lanjut di negara demokrasi ini, Eggi menyarankan agar pendukung capres yang berseberangan bisa bersaing secara objektif menjelang Pilpres 2019. Eggi juga menyarankan untuk bersaing berdasarkan hukum di Indonesia.

"Kedua mari kita bertarung secara objektif sekarang ini. Buktinya mereka lemah dan takut. Mereka tidak berani mengungumkan cawapresnya. Kita duluan yang umumkan cawapres di Ijtima, walaupun belum disepakati. Kita percaya diri. Sebelah sana belum punya calon, masih ngintip ke kita," ujar Eggi.

Eggi mengatakan aksi pengadangan ini memperkeruh suasana menjelang pesta demokrasi. Eggi menyebut pengadangan ini merupakan bentuk penindasan dari pemegang kekuasaan.

Di satu sisi, Eggi mengatakan dirinya kecewa dengan kinerja polisi di Batam karena tidak bisa membubarkan massa yang diketahui telah berkumpul sejak petang. Eggi mengatakan seharusnya polisi bisa melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat.

"Memang polisi melindungi bunda Neno dan kita-kita yang ingin ganti presiden? Bagaimana melayaninya? Dalam artian supaya tidak diganggu. Kenapa malah polisi mengondisikan bela ke sana," ujar Eggi.

Eggi kemudian mengingatkan polisi itu bukan alat pemerintah. Selain itu, ia pun mendesak agar polisi menangkap dalang aksi massa yang menolak Neno dan rombongan di Batam kemarin.

"Tanpa mengurangi hormat saya ke pak Tito, saya bersahabat dengan beliau, ini mohon ditegur. Kalau saya yakin pak Tito netral. Dia sering ngomong juga kalau netral. Karena aparat negara bukan aparat pemerintah. Ingat jangan mau jadi alat pemerintah," ujar Eggi.

Saat masih tertahan di Bandara, Neno mengatakan kepada CNNIndonesia.com pihaknya mendatangi Batam karena undangan panitia demi mengikuti deklarasi #2019GantiPresiden yang akan digelar di halaman Masjid Agung, Batam Centre, pada Minggu (29/7) pagi.

Neno menerangkan di dalam rombongannya yang terbang dari Jakarta ke Batam terdapat delapan orang, termasuk pencipta lagu #2019GantiPresiden, Alang.

Terkait pengadangan massa yang menolak ia dan rombongan, malam itu Neno menegaskan tetap akan bertahan di bandara tersebut. Ia menyatakan saat ini sejumlah pihak sedang berupaya untuk membantunya keluar, termasuk elemen ormas, ketua wilayah parpol Gerindra yang juga mendukung gerakan #2019GantiPresiden, dan majelis taklim setempat.

(kid)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK