SBY dan Sohibul Iman Kaji Opsi Duet Prabowo-Salim Segaf

Feri Agus Setyawan, Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Senin, 30/07/2018 17:43 WIB
SBY dan Sohibul Iman Kaji Opsi Duet Prabowo-Salim Segaf Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan bertemu Presiden PKS Sohibul Iman untuk membahas rekomendasi Ijtimak Ulama di Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Demokrat bakal membahas hasil Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang merekomendasikan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri sebagai calon presiden dan wakil presiden 2019-2024, dalam pertemuan malam ini dengan PKS.

"Kami akan bicarakan itu (soal Prabowo-Salim)," kata Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Panjaitan usai pertemuan di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (30/7).

Hinca mengatakan malam nanti Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal bertemu dengan Presiden PKS Sohibul Iman di Hotel Gran Melia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Pertemuan dijadwalkan dimulai pukul 19.30 WIB.

Selain membahas rekomendasi pasangan Prabowo-Salim, Demokrat juga bakal menyampaikan hasil pertemuan dengan Gerindra yang sudah berlangsung dua kali dan PAN yang dilakukan sekali pada Rabu pekan lalu.


"Kami akan menyampaikan apa yang sudah kami komunikasikan, baik dengan Gerindra yang dua kali maupun dengan PAN," ujarnya.

Hinca enggan menjawab saat ditanya kriteria Demokrat soal calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo. Ia mengatakan Demokrat menyerahkan sepenuhnya posisi calon wakil presiden kepada Prabowo, sebagaimana yang disampaikan SBY usai pertemuan tadi siang.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada Pak Prabowo yang penting bisa komitnya yang bagus dan punya peluang menang yang besar," kata dia.
SBY dan Sohibul Iman Kaji Opsi Duet Prabowo-Salim SegafSusilo Bambang Yudhoyono mematangkan koalisi dengan Gerindra. (CNN Indonesia/Safir Makki)

PKS Optimis Duet Prabowo-Salim

Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid sementara itu meyakini mitra koalisi menyetujui hasil ijtima ulama GNPF-Ulama yang merekomendasikan duet Prabowo-Salim Segaf.

"Untuk posisi capres dan cawapres saya kira yang akan dirujuk adalah rekomendasi ijtima ulama dan tokoh-tokoh nasional," ujar HNW di Gedung DPR, Jakarta.

Hidayat mengatakan duet Prabowo-Salim merupakan kolaborasi yang tepat untuk bangsa Indonesia ke depan. Ia menyebut Prabowo sebagai tokoh yang mewakili kalangan nasionalis dan Salim mewakili kalangan religius.

Kedua tokoh tersebut, kata HNW, juga memiliki latar belakang pengalaman yang mumpuni.

Usulan ijtima ulama GNPF-U, klaim HNW, juga sejalan dengan harapan dan aspirasi PKS.

"Itu sesuai dengan aspirasi PKS dan sesuai juga dengan realita di indonesia yang mementingkan hadirnya kombinasi yang pas antara nasionalis-religius," ujarnya.

HNW menyatakan Majelis Syuro PKS bakal menggelar rapat untuk memastikan usulan tersebut. Ia berharap rapat tersebut dapat menetapkan usulan ijtima ulma GNPF-U untuk kemudian di bahas lebih jauh bersama mitra koalisi.

"Saya kira dalam waktu tidak lama Majelis Syuro PKS akan kami gelar untuk buat penetapan akhir terkait dengan perkembanga pencapresan dan pencawapresan," ujar HNW.
SBY dan Sohibul Iman Kaji Opsi Duet Prabowo-Salim SegafIjtimak Ulama merekomendasikan duet Prabowo Subianto dan Salim Segaf Aljufrie. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)

Di sisi lain, HNW juga meyakini SBY tidak memaksakan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres sebagai syarat agar Demokrat berkoalisi. Dia menganggap SBY merupakan negarawan yang mengesampingkan kepentingan pribadinya untuk negara.

"Saya berharap Demokrat tetap bersama dengan kami. Saya yakin pun akan diakomodasi apa yang menjadi harapan dari partai Demokrat," ujarnya.

Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang berlangsung 27-29 Juli telah merekomendasikan Ketua Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden dengan dua opsi calon wakil presiden yakni Habib Salim Segaf Al Jufri dan ustaz Abdul Somad.

Ijtima Ulama yang digelar GNPF mengundang lima partai politik, yakni Partai Gerindra, PKS, PAN, PBB dan Partai Berkarya. Namun demikian, rekomendasi ini tidak berarti harus disepakati partai koalisi.
[Gambas:Instagram]
Sementara itu, Abdul Somad yang masuk dalam rekomendasi ini justru mendukung pasangan Prabowo-Salim. Hal ini disampaikan Abdul Somad melalui akun instagram resmi @ustadzabdulsomad, Minggu (29/7).

Ia kemudian mengonfirmasi hal tersebut kepada CNNIndonesia.com. Menurutnya, pasangan Prabowo-Salim adalah pasangan tawazunalias seimbang antara ketegasan tentara dengan kelembutan ulama, Jawa-non Jawa, nasionalis-religius, plus barokah darah nabi dalam diri Salim.

(gil)