Jokowi Kumpulkan Sekjen Parpol Koalisi Bahas Timses Pilpres

Christie Stefanie & Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Selasa, 31/07/2018 18:17 WIB
Jokowi Kumpulkan Sekjen Parpol Koalisi Bahas Timses Pilpres Airlangga Hartato (kanan) menyebut Presiden Jokowi bakal merembukkan tim pemenangan Pilpres di Istana. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memperkirakan pembentukan tim sukses menjadi salah satu yang bakal dibahas Presiden Joko Widodo bersama para sekretaris jenderal partai pendukung dalam pertemuan yang digelar nanti malam, di Istana Bogor.

"Ya nanti salah satu teknis. Dibahas nanti," ujar Airlangga di Kompleks Istana Bogor, Selasa (31/7).

Ia mengatakan pada dasarnya para sekjen partai pendukung telah saling bertemu dalam beberapa kesempatan membahas Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.


Pertemuan nanti malam disebut hanya sebagai tindak lanjut pertemuan antarsekjen dan juga pertemuan Jokowi bersama seluruh ketua umum partai pendukung.

Terpisah, politikus senior PDI Perjuangan Pramono Anung enggan mengomentari lebih lanjut mengenai rencana pertemuan Presiden bersama sekjen.

Ia pun tutup mulut ketika dikonfirmasi dirinya bakal menjadi salah satu anggota tim sukses bersama Menko PMK Puan Maharani dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

"Enggak tahu saya. Nanti malam kamu ikuti saja rapatnya," ucap Pramono.

Berdasarkan informasi yang diterima, pertemuan bakal dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB dan terbuka. Jokowi hingga saat ini mengantongi dukungan dari PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Nasdem, PKB, dan PPP.

Sebelum bertemu dengan para sekjen partai pendukung, Jokowi telah lebih dulu menggelar pertemuan dan santap bersama dengan ketua partai pendukung. Terbaru Jokowi mengundang Ketua Umum PSI Grace Natalie, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesodibjo, dan Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono ke Istana Negara.

Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani membantah pertemuan malam ini bakal menentukan ketua tim pemenangan pilpres. Menurutnya, posisi tersebut belum dibahas bersama dengan mitra koalisi.

"Nantilah kami musyawarahkan," ujar Arsul di Gedung DPR, Jakarta.

Arsul menduga pertemuan kedua antara Jokowi dengan sekjen parpol koalisi di Istana Bogor bakal membahas hal yang bersifat teknis. Ia juga menduga Jokowi bakal memberikan arahan untuk mempersolid koalisi yang terdiri dari enam parpol di parlemen dan tiga parpol baru.

Meski belum ada pembahasan, Arsul tidak mengelak PDIP bakal memimpin pemenangan Jokowi di Pilpres. Bahkan, ia menyebut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto layak ditunjuk sebagai ketua tim sukses.

Ia menilai Hasto berperan penting dalam mengkoordinir seluruh parpol koalisi pendukung Jokowi selama ini.

"Misalnya Mas Hasto diberi satu peran yang lebih spesifik itu bukan hal yang baru. Karena selama ini memang beliau sudah menjalankan kerja yang lebih umum dalam mengkoordinasikan partai koalisi pemerintah," ujarnya.

Ketua Timses

Sementara itu politisi PDIP Eva Kusuma Sundari menilai PDIP memiliki tiga kader potensial yang bisa menjadi Ketua Timses Jokowi, yakni Pramono Anung, Puan Maharani, dan Tjahjo Kumolo.

Ketiga petinggi parpol itu diklaim bisa mengkoordinir kebutuhan di internal dan ekternal untuk kemenangan Jokowi. Ketiganya juga disebut punya relasi yang luas karena saat ini berada di dalam pemerintahan.

"Kalau menurutkan Mas Pram, Mba Puan, atau Mas Tjahjo," ujar Eva dalam pesan singkat.

Di sisi lain, Wasekjen Golkar Muhammad Sarmuji secara tegas menyatakan partainya layak memimpin tim pemenangan Jokowi karena sebagai pengusung pertama.

"Golkar yang pertama kali mengusung beliau menjadi Capres 2019. Meskipun begitu Golkar akan memusyawarahkan Ketua Timses dengan mitra koalisi dan Pak Jokowi sendiri," ujar Sarmuji.

Dalam Pilpres 2014, Tjahjo Kumolo yang saat itu menjabat sebagai Sekjen PDIP ditunjuk sebagai Ketua Timses pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla. Kala itu, Tjahjo berhasil membawa Jokowi-JK mengalahkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Pada pilpres 2019, Jokowi kembali berencana maju sebagai capres. Ia kemungkinan akan bertarung kembali dengan Prabowo. Namun, baik Jokowi dan Prabowo hingga kini belum menentukan cawapresnya.

Jokowi sejauh ini didukung oleh PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem, Hanura, PSI, Perindo, dan PKPI.

Sementara Prabowo kemungkinan mendapat dukungan dari Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat.

Dua partai lain yakni PBB dan Berkarya belum menentukan sikap hingga saat ini. (wis)