Rachmawati: Rekomendasi Ulama Tidak Mutlak dan Tak Mengikat

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Rabu, 01/08/2018 15:26 WIB
Rachmawati: Rekomendasi Ulama Tidak Mutlak dan Tak Mengikat Rachmawati Soekarnoputri angkat bicara soal cawapres Prabowo Subianto di pilpres 2019. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri menegaskan partainya masih akan mempertimbangkan rekomendasi Ijtima Ulama yang mengajukan politikus PKS Salim Segaf Al Jufri atau ulama kondang asal Riau Abdul Somad sebagai calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto.

Pasalnya menurut Rachmawati, rekomendasi tersebut tidak mengikat dan mutlak.

"Kita bicara tentang ijtima ulama, itu hanya berupa rekomendasi. Jadi tidak mutlak dan tidak mengikat," ujar Rachmawati di Kantor DPP Gerindra, Jakarta, Rabu (1/8).



Adik kandung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu menyebut Prabowo akan menentukan cawapres usai diskusi bersama partai koalisi yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Demokrat.
Rachmawati: Rekomendasi Ulama Tidak Mutlak dan Tak MengikatIjtima Ulama merekomendasikan Ustaz Abdul Somad dan Salim Segaf Aljufri sebagai cawapres Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Para sekjen partai koalisi, kata Rachmawati, akan kembali mengadakan pertemuan menindaklanjuti pembicaraan di rumah pengusaha Maher Algadri, Selasa (31/7) kemarin.

"Seperti kemarin kita putuskan, sekjen akan mencoba ketemu. Pada saatnya nanti adalah capres yang menentukan," ujarnya.


Lebih lanjut, Rachmawati mengatakan bahwa penetapan capwapres adalah hak mutlak Prabowo yang sudah disepakati oleh koalisi.

"Punya dong hak preogratif menentukan cawapres. Setelah mendapat masukan berbagai pihak," kata Rachmawati.

Sebelumnya, Prabowo juga tidak mau menjawab dengan tegas apakah bakal merealisasikan rekomendasi ijtima ulama. Menurutnya, semua akan dibicarakan lebih lanjut.

"Saya tegaskan kembali, ijtima itu mengajukan rekomendasi. Nah, rekomendasi kan saran. Nanti akan dibahas," ucap Prabowo. (DAL)