Salah satu yang sempat dikaitkan dengan koalisi Jokowi adalah Partai Demokrat. Indikasinya, ketika Hasto bertemu dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto beberapa minggu lalu.
Hasto menegaskan pihaknya siap membuka diri kepada Demokrat dan mengikuti keputusan yang diambil Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pertemuan itu Hasto menitip pesan kepada Agus untuk Ketum Demokrat SBY perihal koalisi mengikuti keputusan Jokowi.
Hasto mengaku tak tahu nasib pesan yang ia titipkan ke Agus itu sampai ke telinga SBY atau tidak. Yang jelas isi pesan itu sudah ia sampaikan ke parpol koalisi pendukung Jokowi dan tak ada masalah dengannya.
Karena itu, jika kini Demokrat sepertinya batal merapat ke koalisi Jokowi tidak terkait dengan Megawati Soekarnoputri.
"Jadi tolong jangan dikait-kaitkan dengan yang lain itu, tolong disampaikan karena pesan itu saya sampaikan ke Bapak Agus Hermanto," tukas Hasto.
Lihat juga:Menimbang Potensi Resistensi Cawapres Jokowi |
Namun SBY ragu partainya akan diterima oleh koalisi pendukung yang sudah ada. Terlebih ia mengaku hubungannya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri yang belum pulih turut jadi hambatan.
Demokrat kini cenderung akan merapat ke kubu Prabowo. Hal itu terlihat dari sejumlah pertemuan antara SBY dengan para petinggi parpol oposisi dalam kurun waktu terakhir.
Melihat hal itu, Hasto tak khawatir. Walaupun Demokrat berpotensi menjadi pembeda di 'laga ulang' Jokowi versus Prabowo, ia mengklaim saat ini elektabilitas Jokowi lebih superior ketimbang SBY.
"Kami tidak khawatir. Rakyat bisa melihat mana yang baik, mana yang konsisten, mana yang suka mengeluh. Itu rakyat sudah melihat," pungkas Hasto. (osc)