ASIAN GAMES 2018

Peserta Lomba Mural Asian Games Keluhkan Cat dan Tembok

SAH, CNN Indonesia | Minggu, 05/08/2018 04:33 WIB
Peserta Lomba Mural Asian Games Keluhkan Cat dan Tembok Lomba Mural Asian Games 2018 di ruas tol ruas tol Rawamangun-Pulomas-Sunter. (CNN Indonesia/Setyo Aji Harjanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Herman (40) datang jauh-jauh dari Yogyakarta guna mengikuti lomba mural Asian Games 2018, yang diadakan oleh PT Cipta Marga Nushapala Persada Tbk (CMNP). Menang bukan tujuan utamanya.

Ia hanya ingin turut memeriahkan gelaran empat tahunan tersebut. Apalagi, Indonesia didapuk menjadi tuan rumahnya.

"Ingin menyemarakkan saja, kita juga suka berpetualang saja, tapi saya ingin buat yang terbaik lah," terang Herman kepada CNNIndonesia.com di kawasan Rawasari, Jakarta, Sabtu (4/8).


Herman sudah berkecimpung di dunia mural sejak 1990-an. Konsep gambar bakal ditorehkan di tiang penyangga ruas tol Rawamangun-Pulomas-Sunter itu. Herman ingin menunjukan pesan sportifitas pada mural yang bakal digambarnya selama empat hari itu.

Herman mengatakan muralnya bakal didominasi dengan warna-warna terang seperti merah, kuning, dan oranye. Tak lupa, ucapan selamat datang bagi para tamu luar negeri juga bakal menghiasi muralnya itu.

"Mungkin nanti ada tulisan 'Welcome to Jakarta' untuk para tamu yang akan datang. Dan intinya itu bahwa olahraga fair (adil), sportif, dan love (cinta)," kata dia.

Akan tetapi, nampaknya konsep mural Herman tidak bakal terwujud sesuai keinginannya. Penyebabnya adalah keterbatasan warna. Cat warna merah, kuning yang dibutuhkannya tidak disediakan. Padahal, sudah dari jauh-jauh hari dia menyerahkan konsep mural kepada panitia.

Diketahui, kebutuhan cat ke-365 peserta yang tergabung dalam 73 kelompok lomba mural Asian Games seluruhnya disediakan oleh panitia penyelenggara.

"Ini saya ada warna kuning kebetulan bawa sendiri juga saya cuma dapat cat biru putih dan hitam. Jadi agak bingung sih," ujar dia.

Hal yang sama dirasakan oleh Miftaqhul Nurda (20), peserta lomba mural Asian Games dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Berdasarkan konsep gambar, kelompoknya membutuhkan cat warna biru muda.

Hanya saja, cat yang diterimanya dari panitia hanya putih, kuning, dan merah. Alhasil, untuk mengakalinya dia berkoordinasi dengan kelompok lain dan saling bertukar warna.

"Rencananya juga kami beli cat. Tapi tadi juga sudah konfirmasi sih dengan panitianya kalau ini ada cat yang warnanya kurang sesuai," terang Miftaqhul.

Dinding Bikin Sulit

Kontur dinding tiang tol yang tidak rata juga dikeluhkan oleh Herman dan Miftaqhul. Menurut Herman butuh waktu lebih lama untuk menggambar di atas bidang gambar yang tidak rata.

"Ya lumayan sih agak makan waktu juga kalau dindingnya enggak rata," terang Herman.

Sementara itu, menurut Miftaqhul, kontur dinding yang tidak rata ini juga berimbas pada penggunaan cat yang lebih banyak. Miftaqhul menyampaikan, ruas-ruas dinding yang tidak rata perlu ditambal lebih dengan cat agar warnanya merata.

"Lubang-lubang kayak gini perlu lebih detail lagi untuk ngecatnya. Butuh banyak cat juga," ucap Miftaqhul. (ayp)