Ia hanya ingin turut memeriahkan gelaran empat tahunan tersebut. Apalagi, Indonesia didapuk menjadi tuan rumahnya.
"Ingin menyemarakkan saja, kita juga suka berpetualang saja, tapi saya ingin buat yang terbaik lah," terang Herman kepada CNNIndonesia.com di kawasan Rawasari, Jakarta, Sabtu (4/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, nampaknya konsep mural Herman tidak bakal terwujud sesuai keinginannya. Penyebabnya adalah keterbatasan warna. Cat warna merah, kuning yang dibutuhkannya tidak disediakan. Padahal, sudah dari jauh-jauh hari dia menyerahkan konsep mural kepada panitia.
Diketahui, kebutuhan cat ke-365 peserta yang tergabung dalam 73 kelompok lomba mural Asian Games seluruhnya disediakan oleh panitia penyelenggara.
"Ini saya ada warna kuning kebetulan bawa sendiri juga saya cuma dapat cat biru putih dan hitam. Jadi agak bingung sih," ujar dia.
Hanya saja, cat yang diterimanya dari panitia hanya putih, kuning, dan merah. Alhasil, untuk mengakalinya dia berkoordinasi dengan kelompok lain dan saling bertukar warna.
"Rencananya juga kami beli cat. Tapi tadi juga sudah konfirmasi sih dengan panitianya kalau ini ada cat yang warnanya kurang sesuai," terang Miftaqhul.
Dinding Bikin Sulit
Kontur dinding tiang tol yang tidak rata juga dikeluhkan oleh Herman dan Miftaqhul. Menurut Herman butuh waktu lebih lama untuk menggambar di atas bidang gambar yang tidak rata.
Sementara itu, menurut Miftaqhul, kontur dinding yang tidak rata ini juga berimbas pada penggunaan cat yang lebih banyak. Miftaqhul menyampaikan, ruas-ruas dinding yang tidak rata perlu ditambal lebih dengan cat agar warnanya merata.