"Air laut mulai surut yang pinggir. Seluruh warga sudah ke bukit ke dataran yang lebih tinggi," kata Mujayanah, seorang warga kampung Toyapakeh Nusa Penida, Bali kepada CNNIndonesia.com, Minggu (6/8).
Mujayanah mengatakan air di perairan Nusa Penida juga terlihat mulai mengering, warga diminta bersiap-siap dan mewaspadai tsunami.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Meteorologi, klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan telah menemukan laporan tsunami usai gempa bumi berkekuatan 7,0 SR mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dwikorita mengatakan gelombang tsunami yang tiba bisa saja berbeda-beda.
"Gelombang yang pertama bisa saja bukan yang terbesar," tuturnya.
"Terus kami pantau dari Pusat Gempa Nasional di Jakarta, termasuk potensi terus terjadinya gempa susulan," terangnya.
Dwikorita memaparkan hingga pukul 19.51 WIB, telah terjadi 16 kali gempa susulan namun dengan tingkat kekuatan yang jauh lebih kecil. Namun demikian, Ia meminta masyarakat untuk terus waspada dan tidak mendiami bangunan atau rumah yang rawan runtuh.
Sementara Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/8) mengatakan, tsunami setinggi 10 centimeter mulai masuk ke daratan.
"Ketinggian tsunami yang masuk ke daratan 10 cm dan 13 cm. Diperkirakan maksimum ketinggian tsunami 0,5 meter. Waktu peringatan dini hingga BMKG menyampaikan pengakhiran peringatan tsunami," kata Sutopo.