Wiranto dan TGB Turun Tangga 12 Lantai saat Gempa Lombok 7 SR

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Senin, 06/08/2018 07:24 WIB
Wiranto dan TGB Turun Tangga 12 Lantai saat Gempa Lombok 7 SR Menkopolhukam Wiranto, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Fachri Fachrudin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah Menteri Kabinet Kerja dan delegasi asing serta Gubernur NTB Muhammad Zaimul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) harus berlarian menuruni tangga darurat 12 lantai, ketika Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), diguncang gempa.

Pada Minggu (6/8), digelar welcome dinner Indonesia-Australia Ministerial Council on Law and Security, di lantai teratas atau roof top Hotel Lombok Astoria, NTB. TGB menjadi tuan rumah acara tersebut.

Peserta yang hadir adalah Menkopolhukam Wiranto, Menkumham Yasonna Laoly, Kepala Badan Nasional Penangggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Polisi Suhardi Alius, Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin, serta Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen TNI Djoko Setiadi.


Acara itu mulanya direncanakan digelar selama dua hari untuk membahas masalah keamanan dan terorisme. Peserta adalah sembilan negara anggota ASEAN, Selandia Baru, dan Australia.

Wiranto menuturnya pihaknya langsung mengevakuasi semua delegasi saat gempa mulai mengguncang NTB dengan kekuatan 7 Skala Richter (SR) pada Minggu (6/8) pukul 18.46 WIB.

"Iya pasti," ucapnya, saat ditanya oleh CNNIndonesia.com soal para delegasi yang berlarian mengevakuasi diri saat gempa, Minggu (6/8).

"Kita ada di lantau 12, sehingga kita evakuasi lewat tangga darurat," lanjut Wiranto.

Setelah turun ke jalan, katanya, para delegasi dievakuasi ke tempat aman. Misalnya, di kantor Polres dan lapangan terbang.

di perempatan Eks Bandara Selaparang, Rembiga, Mataram, NTB, Minggu (5/8).Warga mengevakuasi diri di perempatan Eks Bandara Selaparang, Rembiga, Mataram, NTB, Minggu (5/8). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Mereka pun tak lagi kembali ke hotelnya karena ada kerusakan yang cukup fatal. "[Para delegasi] siap untuk kembali," imbuhnya.

Pihaknya kemudian memutuskan untuk mengakhiri gelaran acara itu karena secara infrastruktur dan psikologis sudah tak memungkinkan.

"Iya ditunda, karena tempat pertemuan tidak mungkin lagi digunakan karena ada keruskaan cukup fatal ya, dan saya kira secara psikologis juga enggak mungkin dengan keadaan di sini untuk melanjutkan pertemuan besok," tuturnya, tanpa merinci kepastian jadwal pertemuan lanjutan itu.

Diketahui, gempa di NTB itu hingga kini memakan korban tewas setidaknya 82 orang. Mayoritas meninggal akibat tertimpa bangunan. Badan Penanggulangan Bencana Nasional mengimbau warga tetap tenang namun waspada usai gempa Lombok 7 SR.

(arh/gil)