Hal itu ia katakan usai meninjau beberapa lokasi pengungsian dibeberapa titik di Pulau Lombok pada Senin (6/8).
"Dari lapangan kita mendapat laporan bahwa masyarakat kebanyakan tidak berani untuk tinggal dan kembali di rumah, mengapa? Mereka trauma, takut ada gempa susulan," ujar Wiranto berdasarkan keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com pada Senin (6/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lihat di tenda-tenda itu tak cukup, oleh karena itu dikerahkan TNI ada 2 batalion Kostrad sebagai batalion medical, juga dari bhayangkara kesehatan akan dikerahkan, dari TNI AL akan dikirimkan KRI Soeharso," ungkapnya.
Sejauh ini pemerintah sudah mengirim bantuan kepada para korban gempa Lombok, baik berupa bantuan medis, makanan dan air bersih, maupun penanganan listrik yang padam.
Bantuan itu telah disalurkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI/Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), PLN dan pihak-pihak lain yang turut serta dalam mengirim bantuan tersebut.
"Ini tujuannya untuk membantu masyarakat yang mengungsi, maka mengerahkan tenda yang ada, dari BNPB untuk sementara membantu mereka agar tak dialam terbuka," pungkasnya.
Saat kejadian berlangsung, Wiranto diketahui sedang berada di Lombok bertepatan dengan agenda konferensi Indonesia-Australia Ministerial Council on Law and Security di Hotel Lombok Astoria, NTB.
Lihat juga:Pengungsi Gempa NTB Butuh Bantuan Air Bersih |
Pada saat gempa terjadi, kata Wiranto dirinya dan rombongan delegasi tengah melakukan makan malam di lantai 12 sebuah hotel yang menjadi tempat penyelenggaraan acara tersebut.
Wiranto lantas langsung memutuskan untuk menunda pertemuan multilateral bersama sembilan negara yang seharusnya dilaksanakan hari ini. (osc)