Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah mengungkapkan proses evakuasi korban dilakukan oleh TNI, Polri, BPBD, Pemda setempat dan Tim SAR.
"Evakuasi melalui jalur laut menggunakan kapal RB 220 Mataram yang berhasil mengevakuasi 49 WNA pada sortie pertama, 19 WNA di sortie kedua dan 74 WNA pada sortie ketiga. Selain itu proses evakuasi juga menggunakan boat KPLP yang berhasil mengevakuasi 6 WNA," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (6/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam pelaksanaan evakuasi korban bencana tim gabungan TNI menurunkan 397 personel TNI terdiri dari 82 personel Yonkes Divisi 2/Kostrad, 100 personel Pasmar-2, 100 personel Yonzipur, 10 Kostrad dan 100 personel dari Yon Paskhas, ditambah 5 personel dari Satkomlek dan bekerja sama dengan aparat kepolisian, personel Basarnas dan masyarakat," tutupnya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mencatat sebanyak 13.037 Warga Negara Asing (WNA) dari berbagai negara tengah berada di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), saat gempa berkekuatan 7 SR mengguncang semalam.
"Data tersebut berdasarkan data perlintasan WNA yang masuk melalui Bandar Udara Internasional Lombok periode Januari-Juli 2018," kata Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Agung Sampurno kepada CNNIndonesia.com, Senin (6/8).
Agung mengatakan sebagian dari total WNA itu sudah berhasil terbang meninggalkan Lombok. Sampai saat ini, kata dia, pihaknya masih terus mendata jumlah WNA yang masih tertahan di bandara maupun tempat wisata di Lombok.
"Sebagian sudah ada yang bisa diterbangkan. Data WNA di bandara masih dilakukan pendataan bersama di posko," ujarnya. (age)