Warga Mataram Borong Mi Instans untuk Stok di Penampungan

ANTARA, CNN Indonesia | Selasa, 07/08/2018 09:37 WIB
Warga Mataram Borong Mi Instans untuk Stok di Penampungan Pengungsi beristirahat di tenda penampungan darurat, Lombok, NTB. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masyarakat di Kota Mataram, Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat memburu berbagai makanan instan yang tersedia di sejumlah toko retail setempat.

Berdasarkan pengamatan Antara di Mataram, Senin malam, rak penyedia mi instan dan roti ludes dibeli oleh warga.

Begitu juga untuk gerai penyedia bubur instan, beberapa sereal dan lainnya. Menurut Arin salah seorang pegawai retail modern, masyarakat memborong makanan instan pascakejadian gempa Lombok 7 SR Minggu (5/8) malam.


Menurutnya produk tersebut habis untuk persediaan masyarakat yang berada di lokasi tenda-tenda pengungsian sementara. Stok kosong tersebut dipantau Antara terjadi di lebih dari tiga titik lokasi gerai.

Gufron salah satu warga lokal yang mencari mi instan mengaku kehabisan. "Saya mencari mi seduh air panas tapi sudah kosong," katanya.

Gufron menganggap wajar warga berupaya menimbun makanan demi bersiaga di sekitar rumah, karena takut untuk masak ataupun masuk di dalam rumah mereka sendiri.

Masyarakat di sekitar Kota Mataram, Pulau Lombok, membangun tenda di gang-gang jalan untuk bermalam bersama di luar rumah.

"Tenda ini untuk pengungsian bersama, karena masih pada takut untuk tidur di dalam rumah," kata Farouk Mukhsin salah satu warga di Kelurahan Cakranegara, Lombok, Senin malam.
Warga Mataram Buru Mi Instans Usai Diguncang Gempa LombokWarga Mataram menjalani perawatan darurat pascagempa Lombok. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Beberapa tenda dibangun di tengah jalanan dan menjauhi bangunan tembok yang dikhawatirkan runtuh ketika terjadi gempa kembali.

Beberapa jalan kecil terpaksa dipasangi barikade untuk menutup akses jalanan agar dapat didirikan tenda dengan atap terpal yang luas.

Berdasarkan pengamatan Antara, satu tenda terpal diisi lima sampai enam keluarga, dengan mayoritas perempuan dan anak-anak. Sedangkan warga laki-laki berkumpul di ujung gang untuk siaga.

Wati salah satu pengungsi di tenda darurat memngaku masih trauma dan takut untuk bermalam di dalam rumah. Sebab gempa besar beberapa hari terakhir terjadi ketika petang.

"Semalam, guncangan besar sekali, jadi saya takut roboh, mending di luar bareng-bareng nunggu aman," kata Wati.
Warga Mataram Buru Mi Instans Usai Diguncang Gempa LombokTuris asing di Bandara Praya membludak untuk bergegas keluar Lombok pasca diguncang gempa. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Kepada Antara, Wati mengatakan harapan agar bencana gempa bumi segera berlalu dan tidak ada lagi gempa susulan.

Gempa berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang wilayah Lombok di Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8) terjadi akibat pergerakan Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust) menurut Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Gempa berkekuatan 7 SR yang terjadi di Lombok diakibatkan oleh aktivitas Sesar Naik FLores yang memanjang dari Nusa Tenggara Timur sampai ke Bali di bagian utaranya, dan itu menyusup di bagian sepanjang pulau di Nusa Tenggara itu, menyusup ke bawahnya dan termasuk menyusup di Pulau Lombok dan itulah yang menyebabkan terjadinya gempa 7 SR itu," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Rahmat Triyono di Kantor BMKG, Jakarta, Senin. (gil/gil)