Cawapres Jokowi Berinisial M, Formasi Nasionalis-Religius

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Rabu, 08/08/2018 11:12 WIB
Cawapres Jokowi Berinisial M, Formasi Nasionalis-Religius Ketum PPP Romahurmuziy memastikan cawapres Jokowi berinisial M dan merupakan sosok yang mewakili warna organisasi keagamaan tertentu. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy membocorkan kriteria sosok pendamping atau bakal calon wakil presiden dari Joko Widodo (Jokowi) di pilpres 2019.

Hal itu diungkapkan melalui serangkaian kicauan di akun Twitter miliknya @MRomahurmuziy, Rabu pagi (8/8).

"Siapa cawapresnya? Yang jelas dia melengkapi pelangi NKRI dimana presiden dan wapres selalu mengikuti pola nasionalis-religius sebagaimana sejak Desember 2017 lalu secara konsisten saya sampaikan," kicau Romi sapaan karibnya.


"Dia juga memiliki pengalaman paling luas dlm segala ranah pemerintahan," lanjut Romi.

Menurut Romi, sosok tersebut juga mewakili warna organisasi keagamaan tertentu dan memiliki banyak pengalaman menduduki jabatan publik sejak era reformasi.

"Dia juga mewakili warna religiusitas ormas Islam terbesar di Indonesia serta sudah malang-melintang dalam aneka jabatan publik sejak reformasi," katanya.
Cawapres Jokowi Berinisial M, Ketum PPP Romahurmuziy memastikan cawapres Jokowi berinisial M. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Romi memastikan sosok cawapres Jokowi, tidak akan keluar dari 10 nama yang pernah disampaikannya pada akhir bulan lalu.

Romi mengonfirmasi bahwa sosok pendamping Jokowi akan berinisial M. Dia pun menyebut sejumlah nama berinisial M yang muncul di publik sebagai kandidat pendamping Jokowi.

Jokowi malam ini berencana mengumpulkan enam ketua umum pendukung utama koalisi di Pilpres 2019 untuk mematangkan persiapan menjelang pendaftaran.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Jokowi dengan sembilan ketua umum serta sekretaris jenderal parpol pendukung beberapa waktu lalu.

Jokowi selama dua pekan terakhir intens menggelar pertemuan dengan parpol koalisi pendukung di Pilpres 2019.

Sembilan sekjen parpol sepakat membentuk Tim 27 yang bakal fokus mengurus pemenangan. Sekjen parpol telah mengusulkan Jumat pahing, 10 Agustus, sebagai hari baik Jokowi mendaftar ke KPU.
(gil)