Cibiran Andi Arief soal Jenderal Kardus Tak Mewakili Demokrat

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Kamis, 09/08/2018 10:31 WIB
Cibiran Andi Arief soal Jenderal Kardus Tak Mewakili Demokrat Elite Demokrat Ferdinand Hutahean menganggap pernyataan Andi Arief soal Prabowo 'Jenderal Kardus' tak mewakili sikap Partai Demokrat. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menganggap pernyataan Andi Arief soal tudingan Prabowo Subianto sebagai jenderal kardus tidak mewakili Demokrat. Ferdinand mengatakan pernyataan itu merupakan opini pribadi Andi Arief.

"Tentu tidak mewakili suara Demokrat. Kalau Demokrat bicara tentu yang mewakili ketua umum maupun sekjen," ujar Ferdinand saat ditemui di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kuningan, Jakarta, Kamis (9/8).

Ferdinand mengatakan, seluruh pernyataan yang berkaitan dengan politik hanya akan disampaikan langsung oleh SBY maupun Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan. "Di luar itu tidak bisa dianggap suara resmi partai," katanya.

Kendati demikian, Ferdinand mengklaim hubungan Demokrat dan Gerindra hingga saat ini masih berjalan baik. Menurutnya, pernyataan saling balas soal 'jenderal kardus' dan 'jenderal baper' bagi SBY merupakan hal yang wajar.


"Hubungan baik-baik saja. Biasalah dalam politik sahut-menyahut," tuturnya.

Ferdinand mengaku Demokrat belum memikirkan tindakan lebih lanjut terkait cuitan Andi Arief. Saat ini pihaknya masih fokus mematangkan koalisi untuk pilpres 2019. Ia menegaskan hingga saat ini Demokrat masih fokus agar Prabowo dapat memenangkan kontestasi pilpres.

"Kita selesaikan dulu koalisi ini, kalau enggak jalan besok sudah pendaftaran enggak jadi ini pilpres. Yang jelas kita Demokrat siapapun wakilnya yang terbaik, yang bisa bantu menangkan Pak Prabowo," ucapnya.

Sebelumnya, Andi Arief dalam pesan singkatnya kepada wartawan mengatakan bahwa Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto diluar dugaan mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar.

"Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp500 M menjadi pilihannya untuk cawapres. Benar-benar jenderal di luar dugaan," kata Andi.

Andi mengatakan Prabowo baru tadi malam datang dengan semangat perjuangan. Namun, hanya hitungan jam Prabowo disebut berubah sikap karena uang.
(gil)