PPP: Pintu untuk Demokrat Sudah Tertutup Rapat Sejak Kemarin

Setyo Aji, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 11:33 WIB
Ketum PPP Romi menyebut pintu untuk Demokrat merapat ke koalisi Jokowi-Ma'ruf sudah tertutup rapat sejak kemarin siang. Tak ada lagi kesempatan kedua buat SBY. Ketum PPP Romi menyebut pintu Demokrat merapat ke koalisi Jokowi-Ma'ruf sudah tertutup rapat sejak kemarin siang. Tak ada lagi kesempatan kedua buat SBY. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menyebut pintu koalisi untuk Partai Demokrat merapat ke koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin sudah tertutup sejak Kamis (7/8) kemarin.

Menurut pria yang akrab disapa Romi ini, Demokrat masih belum menentukan keputusan koalisi saat ditanya oleh pihak koalisi Indonesia Kerja.

"Demokrat sampai dengan kemarin pukul 14.00 disampaikan oleh pimpinan Partai Demokrat berpeluang untuk bergabung. Ketika kita tanya berapa persen peluangnya sampai jam 14.00 kemarin 50 persen," ujar Romi di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat (10/8).


Romi menuturkan ketika mendengar peluang Demokrat bergabung  hanya 50 persen pintu koalisi Indonesia Kerja pun ditutup. Hal itu karena saat itu koalisi tengah diburu waktu untuk mendaftarkan diri ke KPU.

"Jadi sudah kita tutup ketika rapat Koalisi Indonesia Kerja di Plataran Menteng, maka berdasarkan kesepakatan pimpinan parpol kita menutup secara resmi koalisi Indonesia kerja di dalam pengusungan pak Jokowi dan Kiai Ma'aruf," terang Romy.

Kendati begitu pihaknya tetap memberikan kesempatan kepada Partai Demokrat untuk mendukung Jokowi dan Ma'aruf Amin. Namun Demokrat tetap tidak dipersilakan untuk masuk ke dalam tubuh koalisi.

"Kalau dukungan jadi simpatisan kami terima, tapi tidak dalam posisi sebagai partai pengusung dan pendukung karena proses formilnya sudah selesai," terang Romi.

Senada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan pintu koalisi Indonesia Kerja untuk Demokrat telah resmi tertutup.

"Saya sudah katakan memang sudah tertutup, sudah sesuai kesepakatan memang sudah selesai pada waktunya dan itu tidak mungkin terbuka lagi," terang Paloh.

Diketahui hasil keputusan Majelis Tinggi Partai Demokrat yang digelar pagi ini memutuskan untuk mendukung pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu merapat ke koalisi Gerindra-PKS-PAN meski sempat tidak setuju dengan dipilihnya Sandiaga. (osc/gil)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK