Kumpulkan Dana, Pemprov DKI Bakal Renovasi Sekolah di Lombok

Patricia Diah Ayu Saraswati, CNN Indonesia | Minggu, 12/08/2018 02:26 WIB
Pemprov DKI Jakarta berencana membantu renovasi bangunan sekolah yang terkena dampak gempa bumi di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah kendaraan melintas di dekat runtuhan rumah warga pascagempa, di Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Mataram, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membantu merenovasi bangunan-bangunan yang terkena dampak gempa bumi di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya bangunan sekolah.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah mengatakan hal itu dilakukan karena banyaknya sekolah yang rusak atau roboh akibat gempa tersebut.

"Tadi sudah saya pancing sekolah ini kan banyak sekali yang roboh, saya pikir nanti prioritas buat bangun sekolah, kalau kita bantu ya kita bangun," tutur Saefullah di Kantor Gubernur NTB, Sabtu (11/8).


Untuk rencana tersebut, Pemprov DKI melalui Gubernur DKI Jakarta telah mengeluarkan instruksi kepada sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) guna mengumpulkan dana sukarela untuk membantu korban gempa Lombok.


"Saya sudah membuat surat edaran ke SKPD untuk menghimpun stakeholder masing-masing untuk karyawan, anak sekolah, masyarakat," kata Saefullah.

Nantinya, dana sukarela tersebut bisa dikirimkan melalui rekening Peduli Lombok di Bank DKI. Tujuannya, kata Saefullah, agar proses pengumpulan dana tersebut dilakukan secara transparan.

Saefullah menyampaikan Pemprov DKI juga pernah memberikan bantuan berupa pembangunan sekolah saat terjadi bencana gempa dan tsunami di Aceh serta gempa di Jogja.

"Waktu di Aceh kita bangun total di Aceh dua sekolah, di Jogja tiga sekolah, ada rehab, ada total," ujarnya.

Kendati demikian, Saefullah belum bisa memastikan jumlah sekolah yang akan direnovasi oleh Pemprov DKI. Hal itu bergantung dari jumlah dana atau sumbangan yang berhasil dikumpulkan.


Menurut Saefullah, sekolah yang direnovasi tersebut akan ditunjuk langsung oleh Pemprov NTB, sehingga akan ada diskusi lebih lanjut antara Pemprov DKI dengan Pemprov NTB terkait hal itu.

"Sekolah mana yang parah, muridnya banyak, ya menurut paling prioritas lah menurut orang sini, orientasinya itu yang kita kerjakan. Metodenya nanti didiskusikan sambil jalan seperti apa," tuturnya.

Lebih dari itu, Saefullah menyebut Pemprov DKI juga telah mengirimkan bantuan dokter, paramedis, serta relawan untukmu membantu penanganan korban gempa Lombok.

"Dokter yang kita kirim ada enam orang, paramedis delapan orang, terus Tagana sama relawan jumlahnya total semua sekitar 40," kata Saefullah.


Selain itu, Pemprov DKI juga memberikan bantuan berupa dana sebesar Rp250 juta. (lav/lav)