Jokowi-JK Salat Gaib Doakan Korban Gempa Lombok

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 17:22 WIB
Jokowi-JK Salat Gaib Doakan Korban Gempa Lombok Presiden Joko Widodo menyambangi Kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo melaksanakan Salat Gaib usai salat Jumat di Masjid Baiturrahim Kompleks Istana Kepresidenan guna mendoakan korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Salat Gaib ini dilakukan Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan juga sejumlah anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

Beberapa pejabat lainnya seperti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Koordinator Staf Khusus Kepresidenan Teten Masduki turut melaksanakan salat gaib.


"Mari kita melaksanakan Salat Gaib" ucap imam, Jumat (10/8).

Salat berakhir sekitar pukul 12.28 WIB. Setelah itu, Presiden terlihat sempat berbincang sesaat dengan JK sebelum akhirnya kembali ke tempat bekerja masing-masing.

Dalam kesempatan berbeda, Jokowi menyatakan terus memonitor perkembangan di Nusa Tenggara Barat, terutama Lombok karena gempa susulan masih kerap terjadi.
Hari ini, awalnya Jokowi berencana ke Lombok untuk meninjau langsung lokasi dan bertemu masyarakat terdampak gempa di Lombok. Tetapi, kunjungan itu dibatalkan dan disebut akan diagendakan ulang pekan depan.

Jokowi menginstruksikan seluruh jajaran seperti BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan kementerian terkait benar-benar fokus mengevakuasi korban serta memastikan ketersediaan makanan, air bersih, obat, pakaian, dan selimut para pengungsi.

Jumlah korban akibat gempa 7 SR dan gempa susulannya di wilayah Nusa Tenggara Barat terus bertambah. Hingga, Jumat (10/8) tercatat 321 orang meninggal dunia dengan sebaran Kabupaten Lombok Utara 273 orang, Lombok Barat 26 orang, Lombok Timur 11, Kota Mataram 7, Lombok Tengah 2, dan Kota Denpasar 2 orang.

Sebanyak 321 orang meninggal tersebut semuanya sudah diverifikasi.

Sementara, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 270.168 jiwa yang tersebar di ribuan titik. Jumlah pengungsi juga diperkirakan bertambah mengingat belum semua terdata dengan baik.
(ugo/ugo)