Eks Dirut PD Dharma Jaya: Pemprov DKI Sekarang Mendayu-dayu

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Kamis, 16/08/2018 23:56 WIB
Eks Dirut PD Dharma Jaya: Pemprov DKI Sekarang Mendayu-dayu Mantan Dirut PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi membandingkan kebiasaan Ahok yang sigap mengambil keputusan dengan Pemprov DKI Jakarta saat ini. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Direktur Utama PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusumajati buka-bukaan mengungkap kisahnya semasa bekerja dengan eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Curhatan Marina itu disampaikan saat menghadiri peluncuran buku Kebijakan Ahok di Gedung Filateli, Jakarta, Kamis (16/8).

Marina didapuk sebagai pimpinan perusahaan penyedia daging oleh Ahok pada 2015.



Saat itu, Ahok memerintahkan Marina supaya memecat pegawai yang kurang becus. Namun, Marina mengaku kurang sreg atas instruksi itu.

"Karena memang Dharma Jaya itu perusahaan yang sekian puluh tahun sangat rusak. Kata beliau, sudah kamu pecat saja. Saya agak kurang setuju. Saya pecat orang yang bermain uang," kata Marina.

Alhasil, Marina pun memecat sembilan pegawai yang dinilainya merugikan perusahaan. Marina menuturkan pihaknya, Ahok, dan wakil gubernur saat itu, Djarot Saiful Hidayat, senantiasa merumuskan kebijakan bersama agar PD Dharma Jaya mampu menyetok daging subsidi dengan harga terjangkau.

"Bukannya ada mafia daging, tapi ada kebijakan yang salah. Kebijakan itu yang kita buat sedemikian rupa sehingga stok mencukupi dan saya dapat source yang harganya cukup baik," kata Marina.

Eks Dirut PD Dharma Jaya: Pemprov DKI Sekarang Mendayu-dayuWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Marina yang saat itu menjabat Dirut PD Dharma Jaya. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Marina mengaku heran pada sejumlah orang yang merasa takut akan sosok Ahok. Meski temperamental, Ahok disebutnya bersahabat dan senantiasa terbuka untuk berdiskusi.

Ia pun membandingkan kebiasaan Ahok yang selalu sigap mengambil keputusan setelah berdiskusi dengan pemerintahan DKI Jakarta yang sekarang.


"Segala sesuatu jelas, apa yang menjadi kebijakan jelas. Kalau sekarang, mendayu-dayu dan tidak pernah putus. Apa saya yang harus memutuskan? Kan, saya hanya Direktur BUMD," ucapnya.

Mei 2018 lalu, Marina mundur dari jabatannya sebagai Dirut PD Dharma Jaya setelah tiga tahun menjabat. Marina mengaku bahagia usai pengunduran dirinya diterima Gubenur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno.

Sebelumnya, PD Dharma Jaya selalu merugi dan pernah menjadi lahan korupsi, sehingga nyaris bangkrut dan ditutup.

Di bawah kepemimpinan Marina, PD Dharma Jaya berupaya memperbaiki kinerja sebagai perusahaan pemasok daging dan ayam murah untuk warga ibu kota.
(pmg/pmg)