"Warisan itu masih tetap jalan, tetapi tidak jalan. Saya melihat ada beberapa kebijakan Jokowi-Ahok-Djarot itu yang sangat luar biasa, tetapi sekarang banyak terbengkalai dan enggak dipakai lagi. Yang penting asal beda," kata Pras di Gedung Filateli, Jakarta, Kamis (16/8).
Pras mencontohkan kebijakan pemerintahan terdahulu yang tak dilanjutkan, antara lain revitalisasi kawasan prostitusi Kalijodo, Jakarta Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu saya, Jokowi, Ahok, Pangdam, Kapolda, Kapolsek, Wali Kota, itu mendorong orang masuk ke dalam gedung. Sekarang terbuka lagi. Akhirnya yang terjadi, Tanah Abang carut marut," kata Pras.
Pras pun kembali mengkritik keputusan Anies menaikkan tarif sejumlah rumah susun (rusun) Jakarta, meski peraturan gubernur (pergub) terkait itu baru saja ditarik.
Pemprov DKI, kata Pras, terkesan kurang menganalisis keadaan dan kemampuan penghuni rusun yang mayoritas merupakan warga relokasi.
Lihat juga:Ahok Masuk Daftar Remisi 17 Agustus |
Buku Kebijakan Ahok setebal 331 halaman itu ditulis oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selama mendekam di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat sejak Mei 2017.
Menurut Pras, kepemimpinan ibu kota di tangan Ahok dan wakilnya, Djarot Saiful Hidayat mampu menggerakan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar menerapkan sistem anggaran elektronik atau e-budgeting demi mencegah dana siluman.
Sebelumnya, sistem itu digagas oleh pendahulu Ahok, Joko Widodo.
"Saya di sini mendapat ilmu dari Pak BTP yang akan saya pegang dan saya teruskan ke partai kami," lanjutnya. (wis/gil)