Said Aqil Klaim Tak Bahas Politik Praktis di Kantor PBNU

Feri Agus, CNN Indonesia | Jumat, 17/08/2018 00:44 WIB
Said Aqil Klaim Tak Bahas Politik Praktis di Kantor PBNU Ketua PBNU Said Aqil Siradj. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menegaskan pihaknya tak pernah membicarakan politik praktis di Kantor PBNU.

Hal tersebut disampaikan Said Aqil merespons imbauan mantan Rais Aam PBNU Mustofa Bisri alias Gus Mus yang mengatakan tak perlu ada pembicaraan soal politik praktis di kantor PBNU.

"Bukan bicarakan itu (politik praktis). Enggak ada itu," ujar Said Aqil di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (16/8).



Menurut Said Aqil, pada Rabu (8/8) lalu, dirinya bersama Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin hanya saling menyampaikan apa yang telah dibicarakan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Sebelum bertemu di Kantor PBNU, baik Said Aqil, Ma'ruf Amin, dan Cak Imin bertemu dengan Jokowi secara terpisah. Said Aqil menyebut, selepas bertemu dengan Jokowi itu, dirinya bersama Ma'ruf Amin dan Cak Imin kumpul di Kantor PBNU.

"Hanya membicarakan kan masing-masing dipanggil presiden. Apa itu, Apa itu, jam setengah satu kemudian Cak Imin, terus Pak Ma'ruf, berkumpul di sini (kantor PBNU).Tadi apa, tadi apa (yang dibicarakan)," kata dia.

Sebelumnya Mustofa Bisri alias Gus Mus mengatakan bahwa tak perlu ada pembicaraan soal politik praktis di kantor PBNU. Bagi pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang itu, kantor PBNU bukan tempat yang tepat untuk bicara politik praktis.


"Para pengurus/pemimpin NU yang harus bersikap hati-hati dalam menyampaikan pernyataan-pernyataan; terutama bila berkaitan dengan politik praktis," cuitnya, melalui akun Twitter @gusmusgusmu, Kamis (9/8).

"Dan sebaiknya tak usah bicara politik praktis di kantor NU. Bukan tempatnya," sambung dia.

Pertemuan antara Said Aqil dengan Ma'ruf Amin, Cak Imin, dan Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini, dan sejumlah kiai di Kantor PBNU dilakukan sehari sebelum pengumuman nama calon wakil presiden pendamping Presiden Joko Widodo.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD turut menyinggung pertemuan di Kantor PBNU tersebut saat menjadi pembicara dalam acara Indonesian Lawyer Club yang disiarkan TV One, Selasa (14/8).


Mahfud mengatakan muncul rencana untuk mengeluarkan pernyataan bernada ancaman dalam pertemuan di Kantor PBNU. Pernyataan itu berkaitan dengan pilihan bakal calon wakil presiden pendamping Jokowi.

Mahfud menyatakan pertemuan di PBNU digelar tak lama setelah ketiganya dipanggil Jokowi ke Istana untuk diminta masukan soal nama cawapres. Dalam pertemuan di istana, Mahfud mengatakan bahwa Jokowi tak menyebut nama-nama untuk dipilih.

"Ketemulah tiga orang ini di PBNU dan berkesimpulan bahwa mereka bukan calonnya karena waktu dipanggil tak disebut [nama] calon," kata Mahfud.


"Lalu mereka sepertinya marah-marah membahas, kemudian kiai Ma'ruf (bilang) 'Kalau itu kita nyatakan kita tak bertanggung jawab secara moral atas pemerintahan ini kalau bukan kader NU yang diambil [jadi cawapres]'. Ini kata Muhaimin," lanjutnya Mahfud. (ayp/ayp)