Kubu Jokowi Sebut Kritik Gerindra Soal Kemiskinan Menyesatkan

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Kamis, 16/08/2018 20:35 WIB
Kubu Jokowi Sebut Kritik Gerindra Soal Kemiskinan Menyesatkan Wakil Ketua Gerindra Ferry Juliantono dianggap melempar kritik tak berdasar data valid ketika mengomentari soal kemiskinan di bawah pemerintahan Jokowi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Koalisi Indonesia Kerja Dedek Prayudi menyanggah pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono yang menyebut keadaan masyarakat di lapisan bawah makin terperangkap dalam lingkaran kemiskinan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Dedek menyatakan bahwa pernyataan itu justru menyesatkan dan tak dibangun berdasarkan data yang valid.

"Saya pikir Gerindra sudah terlalu terbiasa mengumbar kesesatan [soal kondisi ekonomi], mereka tidak memahami bahwa demokrasi yang maju dan modern di mana argumen politik dibangun berbasis data," kata Dedek saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Kamis (16/8).


Dedek mengatakan bahwa Jokowi mampu menurunkan angka ketimpangan yang pernah meningkat pada masa pemerintahan sebelumnya.

Ia mencatat data pada tahun 2004 angka rasio gini sebagai indikator ketimpangan pendapatan tercatat pada angka 0.33 dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 0.41.

Akan tetapi, kata dia, angka rasio gini mengalami penurunan di periode pemerintahan Jokowo dari angka 0.41 pada tahun 2014 keangka 0.39 pada tahun 2017.

"Maka tak mengejutkan jika angka kemiskinan turun dua juta lebih pada masa pemerintahan pak Jokowi dan mencapai 1 digit pada kuartal pertama sebesar 9.8 persen," ujarnya.

Dedek mengatakan bahwa Jokowi berkomitmen untuk terus menekan angka kemiskinan di Indonesia.

Oleh karena itu, berbagai program populis seperti Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat serta berbagai bantuan sosial terus digalakkan di tengah-tengah masyarakat untuk menekan angka ketimpangan tersebut.

"Jadi program-program itu mampu menurunkan angka kemiskinan menjadi satu digit dalam sejarah sejak republik ini berdiri," ujarnya.

Atas dasar argumen itu, politisi dari Partai Solidaritas Indonesia ini mengimbau agar Gerindra lebih jujur dalam melihat data mengenai keadaan ekonomi Indonesia saat ini ketimbang menggunakan asumsi yang menyesatkan masyarakat.

Ia juga menyarankan agar Gerindra berani beradu gagasan menggunakan data untuk mengedukasi masyarakat, ketimbang menggunakan buku-buku fiksi dalam menyampaikan pendapatnya.

"Jujur pula dalam berpolitik, berikan edukasi kepada rakyat. Dari sana, barulah kita dapat beradu gagasan. Adu gagasan itu dasarnya data, bukan buku fiksi," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Gerindra Ferry Juliantono mengkritik keras klaim Jokowi soal menurunnya angka kemiskinan dalam tiga tahun terakhir.

Menurut Ferry, klaim Jokowi tidak sesuai dengan keadaan masyarakat di lapisan bawah yang justru makin terperangkap dalam lingkaran kemiskinan.

"Rezim tidak tahu malu namanya," ucap Ferry saat dihubungi CNNIndonesia.com. (wis)