Zulhas: Jokowi Sudah Tahu Maksud Prabowo-Sandi Ingin Bertemu

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Jumat, 17/08/2018 21:14 WIB
Zulhas: Jokowi Sudah Tahu Maksud Prabowo-Sandi Ingin Bertemu Ketum PAN Zulkifli Hasan mengatakan saat ini tinggal mengatur waktu pertemuan antara Presiden petahana Joko Widodo dan bakal rivalnya dalam Pilpres, Prabowo. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan Presiden Joko Widodo sudah mengetahui mengenai rencana pertemuan bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Sandiaga Uno.

"Pak Jokowi sudah oke. Pak Prabowo sudah oke. Nanti tinggal diatur. Yang penting 17-an kelar dulu," kata Zulkifli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/8).


Pernyataan ini disampaikan menyikapi rencana Prabowo yang ingin kembali bertemu Jokowi sebelum penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.


Tahun depan, Jokowi dan Prabowo akan kembali bertarung merebutkan kursi presiden. Sang petahana menggandeng Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin, sementara itu Prabowo memilih mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai wakilnya.

Zulkifli menyambut baik rencana pertemuan itu. Menurutnya, pertemuan itu bisa memperhalus gesekan yang terjadi dalam pesta demokrasi lima tahunan sekali ini.

"Kami berharap dalam kontestasi itu, bersahabat. Boleh sedikit-sedikit gesekan. Tapi jangan sampai keras," tutur Ketua MPR ini.

Namun, hingga saat ini, Istana masih belum mengonfirmasi kemungkinan pertemuan Jokowi dan Prabowo dalam waktu dekat.

Keinginan Prabowo ini sebelumnya disampaikan ketika menyambangi rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu. Kunjungan ini didasarkan keinginan bersilaturahmi dengan tokoh senior.


Prabowo dalam beberapa tahun terakhir setidaknya dua kali bertemu Jokowi. Pertemuan pertama terjadi di Hambalang. Saat itu, Presiden menyambangi tempat tinggal Prabowo bersama Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Kunjungan kedua merupakan kunjungan balasan. Prabowo menghampiri Jokowi di Istana dan mengobrol santai sekitar satu jam di Beranda Istana Merdeka, tempat biasanya Jokowi berbicara intim empat mata bersama tamunya.

Kedua pertemuan itu dilakukan di tengah memanasnya situasi Jakarta karena kasus dugaan penistaan agama oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan dugaan kriminalisasi ulama oleh pemerintah. (kid/kid)