Muhadjir berharap bantuan itu dipergunakan dengan baik, kususnya untuk anak yang kurang mampu.
"Kami beri bantuan berupa uang sebesar Rp25 juta untuk TK V-69 supaya dipergunakan untuk keperluan Sekolah kususnya anak yang kurang mampu," katanya saat saat mengunjungi TK Kartika V-69, di Probolinggo, Jawa Timur, pada minggu sore (19/08).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan penjelasan pihak sekolah, properti yang digunakan anak-anak dalam karnaval itu merupakan properti lama. Selain itu, tidak ada niat dari pihak sekolah untuk mengarahkan anak-anak didiknya kepada ajaran radikalisme.
Mendikbud Muhadjir Effendy, di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
Muhadjir juga mengimbau semua kalangan pendidikan tetap harus mewaspadai adanya ajaran radikalisme di sekolah-sekolah.
Di tempat yang sama, Ketua yayasan Kartika Jaya V-69, Yuliana Tungga Dewi meminta maaf karena kurang komunikasi dengan pihak sekolah sehingga terjadi hal seperti itu.
Sebelumnya, murid TK Kartika berpawai dengan menegnakan baju panjang hitam atau niqab yang dilengkapi cadar dan replika senjata api, Sabtu (18/8) pagi.
Warganet atau netizen pun ramai-ramai mengomentarinya dan mengaitkannya dengan terorisme.
Kabid Humas Polda Jawa Timur Frans Barung Mangera, Senin (14/5). (CNNIndonesia/Abi Sarwanto) |
"Hasil Konferensi pers tersebut, Kepala Sekolah TK Kartika V-69, Ibu Hartatik meminta maaf kepada masyarakat Indonesia Khususnya Masyarakat Kota Probolinggo atas kegiatan tersebut," tutur Kabid Humas.
Dia mengatakan, Kepala Sekolah TK Kartika selaku penanggung jawab karnaval sama sekali tidak memiliki maksud untuk mendukung atau mengarahkan kegiatan tersebut terhadap kelompok radikal atau kelompok tertentu.
"Maksud dari mereka merefleksikan perjuangan Rosululloh dan tidak ada maksud mengarah kepada simbol - simbol radikalisme, hanya menanamkan keimanan kepada anak didiknya," ujarnya.
(dik/arh)
Mendikbud Muhadjir Effendy, di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, beberapa waktu lalu. (
Kabid Humas Polda Jawa Timur Frans Barung Mangera, Senin (14/5). (