Dalam pemeriksaan ini RAT ditemani kakaknya, Reza Achmad yang juga diperiksa sebagai saksi. Reza yang saat kejadian mengendarai mobil bersama RAT dan ibunya.
Reza mengakui sebelum pemukulan terjadi dia mengerem secara mendadak karena mobil di depan juga berhenti mendadak. Akibatnya, mobil yang dikendarai MA turut berhenti mendadak karena berada di belakang mobil Reza.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibu Reza pun keluar dari mobil berusaha untuk melerai yang terjadi saat itu. Namun MA justru melayangkan pukulannya kepada RAT yang berusaha melindungi ibunya.
Akibatnya darah bercucuran di sekitar hidung dan mulut RAT hingga mengenai kemeja putih yang digunakannya.
Reza mengaku saat kejadian MA memang tidak mengatakan dia adalah anggota TNI.
"Waktu itu saya marah, saya bilang, ini kamu sudah melakukan pemukulan ke anak kecil, saya dokter, saya juga enggak takut. Tapi enggak ada dia bilang TNI," ucapnya.
"(Pemeriksaa untuk menggali) cerita sebenarnya seperti apa, dengan bukti pendukung yang ada, itu saja," ujar Sapta.
Sapta juga mengatakan pihaknya belum dapat mengambil kesimpulan dari pemeriksaan yang telah dilakukan kepada korban. "Kita lihat nanti, hasilnya belum selesai," ucapnya. (osc)