Polda Jatim Tak Terima Laporan Ancaman ke Konjen Australia

CTR, CNN Indonesia | Jumat, 24/08/2018 14:16 WIB
Polda Jatim Tak Terima Laporan Ancaman ke Konjen Australia Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Frans Barung Mangera, Senin (14/5). (CNNIndonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Jawa Timur mengaku tidak menerima laporan soal ancaman kepada Konsulat Jendral (Konjen) Australia. Negeri Kanguru pun diminta menyampaikan pernyataan tanpa dasar soal kondisi keamanan di Indonesia.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera pun menyarankan agar ada pernyataan resmi dari Konjen Australia mengenai ancaman tersebut.

"Kami menyayangkan pernyataan itu. Kami tidak menerima laporan soal ancaman," kata Frans kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/8).


Kemarin, Pemerintah Australia menyebut salah satu staf Konjen-nya di Surabaya tidak akan menghadiri acara di Universitas Airlangga. Hal ini dilakukan menyusul ancaman serangan teroris yang belakangan beredar di Indonesia.

Kementerian Luar Negeri Australia juga sudah mengeluarkan travel warning kepada warganya ke Indonesia. Mereka menyarankan para warganya yang berencana pergi atau sedang berada di Indonesia untuk menghindari tempat-tempat yang bisa menjadi target serangan teroris.

Frans mengatakan sejauh ini Surabaya dan wilayah hukum Polda Jawa Timur masih dalam situasi kondusif. Kepolisian setempat juga masih berupaya untuk tetap mengamankan daerah Jawa Timur.

"Karena itu saya sesalkan [pernyataan itu] sebab menciderai upaya yang sudah diupayakan Mabes dan Polda Jatim untuk keamanan dalam negeri," ungkap dia.

Selain itu Frans juga menyatakan tidak ada komunikasi dari Konjen Australia kepada polisi setempat terkait ancaman itu. Menurutnya perlu ada komunikasi antara Australia dan Konjen Australia agar tidak ada ketakutan berlebihan di Surabaya.

"Memang harus karena tugas kita yang perlu masukan semua pihak. Namun bukan menyampaikan ke publik tanpa dasar," tutup dia.

(arh)