Hakim Ketok Palu, Pemimpin JAD Teriak Takbir

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Selasa, 31/07/2018 14:37 WIB
Hakim Ketok Palu, Pemimpin JAD Teriak Takbir Pemimpin JAD Zainal Anshori alias Abu Fahry alias Qomaruddin bin M. Ali memekik kata ‘takbir’ usai Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menutup sidang, Selasa (31/7). (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Jamaah Anshor Daulah (JAD) Zainal Anshori alias Abu Fahry alias Qomaruddin bin M Ali memekik kata 'takbir' usai Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menutup sidang pembacaan putusan terhadap JAD, Selasa (31/7).

Pekikan 'takbir' itu disampaikan menyambut putusan yang menyatakan bahwa JAD merupakan organisasi terkait tindak pidana terorisme dan terlarang.

"Takbir," pekik Zainal sambil berdiri dan membalikkan badannya menghadap peserta sidang di Ruang Sidang Utama PN Jaksel, Selasa (31/7).


Kuasa hukum JAD, Asludin Hatjani, menerangkan kata 'takbir' itu dipekikan Zainal sebagai ungkapan rasa percaya kepada Allah. Namun, ia menolak menjelaskan lebih detail terkait tindakan narapidana kasus penyerangan pos polisi di Tuban, Jawa Timur pada April 2017 silam tersebut

"Takbir karena dia percaya kepada adanya yang di atas sama dengan kita semua ya. [Takbir] yang jelas bentuk kepercayaan kepada Allah," tutur Asludin saat ditemui usai sidang.

Majelis Hakim PN Jakarta Selatan membekukan JAD pimpinan Zainal dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang.

Hukuman ini dijatuhkan setelah Hakim PN Jakarta Selatan memvonis JAD sebagai kelompok yang melakukan tindak pidana terorisme.

Selain itu, Hakim PN Jakarta Selatan juga menjatuhkan pidana denda terhadap JAD sebesar Rp5 juta serta membekukan dan menyatakan sebagai korporasi terlarang terhadap organisasi lain yang berafiliasi kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Al-Dawla Al-Sham (DAESH) atau Islamic State of Iraq and Levant atau Islamic State (IS).

"Itulah putusan kami sama dengan tuntutan penuntut umum," kata Hakim Ketua Aris Bawono dalam persidangan di PN Jakarta Selatan pada Selasa (31/7).

(arh)