Hal ini menepis ucapan elite Partai Golkar Fadel Muhammad yang sebelumnya mengaku sangat menyayangkan munculnya nama Ketua MUI Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo di ajang Pemilihan Presiden 2019.
Menurut Fadel, pemilihan Ma'ruf Amin sebagai pendamping Jokowi justru memicu perpecahan di internal Golkar karena sejak awal kader berharap bisa mendapatkan posisi cawapres. Hal itu pun dibantah Sirajuddin hari inidalam acara diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sirajuddin menyatakan jika wacana Partai Golkar untuk menggelar ulang Munaslub tetap terlaksana, hasilnya akan tetap sama dan tak mengubah keputusan munaslub pertama.
"Sekarang fokus pileg dan kerja ekstra saja untuk menangkan Pak Jokowi di Pilpres," kata dia.