Timses Jokowi Bakal Pengaruhi Non-Muslim dan Ahokers

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Sabtu, 25/08/2018 20:57 WIB
Timses Jokowi Bakal Pengaruhi Non-Muslim dan Ahokers Pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menamakan diri Ahoker. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Bidang Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Mar'uf Amin, Maman Imanulhaq akan berdialog untuk meyakinkan para pemilih non-muslim dan para pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hal itu dilakukan untuk menekan potensi penolakan kedua kelompok itu usai Jokowi memilih Ma'ruf Amin sebagai bakal calon wakil presidennya.

Hal itu ia katakan merespons hasil survei LSI yang menunjukan elektabilitas Jokowi merosot tajam setelah berpasangan dengan Ma'ruf di kalangan pemilih non-muslim.

"Makanya perlu ada dialog, makanya nanti relawan Ahok dan pemilih non-muslim akan kita ketemukan, kita ingin menjelaskan kenapa Jokowi milih Maruf Amin," kata Maman usai menghadiri diskusi di kawasan Manggarai, Jakarta, Sabtu (25/8).



Politisi PKB itu mengatakan para simpatisan Ahok dan pemilih non-muslim masih merasa terkejut usai Jokowi memilih Maruf sebagai cawapresnya.

Hal itu lantas berdampak pada turunnya elektabilitas personal Jokowi pada survei dan membuat terpecahnya dukungan relawan Ahok kepada Jokowi di Pilpres mendatang. 

"Ini hanya efek kejut semata. Sama seperti kita yang masih terkejut dengan pilihan Prabowo ke Sandi," kata dia.

Guna meyakinkan, Maman mengaku akan mengajak dialog terkait sosok Ma'ruf yang bisa melindungi kelompok minoritas.

Ia menyebut bakal membawa identitas Ma'ruf sebagai bagian dari organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang konsen melindungi kelompok minoritas di Indonesia guna meyakinkan hal tersebut.


"Bahwa Maruf adalah Rais Aam PBNU, dan PBNU adalah ormas yang menjaga NKRI dan Pancasila ini. Selain itu ketika peristiwa kerusuhan 1998, rumah Ma'ruf itu jadi tempat yang aman bagi kelompok minoritas dan Ma'ruf pasang badan soal ini," kata dia.

Selain itu, Maman juga meyakini para relawan Ahok tetap kompak untuk mendukung Jokowi di Pilpres mendatang.

Ia mengtakan telah bertemu dengan tokoh-tokoh kunci relawan Ahok dan menyatakan tetap mendukung Jokowi siapapun cawapres pilihannya.

"Yakin, beberapa komunitas yang besarnya dan lebih mengakar sudah konfirmasi ke saya [akan tetap mendukung], ini soal fakta yang belum dipahami saja," pungkasnya.


Himpun Ratusan Relawan

Maman mengklaim telah menghimpun ratusan kelompok relawan untuk mendukung Jokowi di pilpres 2019 mendatang. Dia menilai jumlah kelompok relawan Jokowi-Mar'uf bakal bertambah.

"Yang masuk ke saya sudah ada 340 relawan, jadi kita inventarisir data base-nya dulu," kata Maman.

Maman menyatakan dari ratusan kelompok relawan itu tengah dikelompokkan berdasarkan kekuatan mereka di setiap daerah. Ia mengatakan relawan-relawan tersebut sangat dibutuhkan untuk mencuri suara di basis lawan, tepatnya di sembilan wilayah di Indonesia di mana perolehan suara Jokowi saat pemilihan presiden 2014 tidak signifikan.

Dalam pilpres 2014, Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla kalah di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Banten, NTB, Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan Maluku serta Maluku Utara.

"Salah satu yang jadi fokus kita adalah Jawa Barat. Nah itu kita data relawan mana yg bisa menyentuh sampai kecamatan sampai desa di Jabar, terus di NTB, jadi relawan bergeraknya sistematis dan masif dan bergerak seperti itu," kata dia.


Meski demikian, Maman mengaku tugas Direktorat Relawan TKN yang dipimpinnya tak berwenang mencampuri atau memerintah gerakan para relawan.

Ia mengatakan kelompok relawan tetap bekerja secara independen dan pihaknya hanya menampung.

"Kita posisinya tak mengkooptasi relawan, tapi hanya jadi fasilitator dan mediator, misalnya ada relawan yang punya kekuatan besar seperti Projo, Seknas, Bara JP, dan lain-lain itu justru kita pelajari," ujarnya. (ayp/pmg)