PKS Minta Semua Pihak Menahan Diri soal #2019GantiPresiden

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Selasa, 28/08/2018 07:35 WIB
PKS Minta Semua Pihak Menahan Diri soal #2019GantiPresiden Aksi 2019 Ganti Presiden di beberapa daerah dibubarkan oleh aparat keamanan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal meminta kepada semua pihak agar menahan diri dan tetap menjaga kerukunan meski ada perbedaan pandangan politik. Persatuan dan kesatuan mesti menjadi pedoman saat berekspresi atau mengutarakan pendapat di ruang publik.

Mustafa mengutarakan hal tersebut menanggapi gaduhnya penolakan deklarasi #2019GantiPresiden di sejumlah daerah.

"Kita mohon setiap pihak menahan diri. Hati-hati," ucap Mustafa di Hotel Aston, Jakarta, Senin malam (27/8).


Mustafa menghendaki semua pihak agar menyelesaikan masalah dengan musyawarah mufakat. Jangan sampai ada yang mengembangkan isu-isu sensitif.


Terlebih, lanjutnya, saat ini iklim demokrasi sedang sehat. Tidak patut jika ada pihak yang memantik isu sensitif karena berpotensi menimbulkan gesekan di masyarakat.

"Tidak ada sesuatu yang bisa didialogkan dalam rangka membangun komitmen kebangsaan yang lebih baik lagi," tutur Mustafa.

Aksi #2019GantiPresiden, PKS Minta Semua Pihak Hati-HatiSekjen PKS Mustafa Kamal meminta semua pihak menahan diri soal aksi 2019 ganti presiden. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Mustafa lalu mengatakan #2019GantiPresiden adalah gerakan yang tumbuh berkembang secara alamiah di masyarakat. Semakin hari semakin membesar.

Mustafa berharap gerakan tersebut tetap menyuarakan aspirasi politik dengan baik seirama dengan jumlah simpatisan yang terus berkembang ke arah yang positif. Prinsip persatuan dan kesatuan tetap harus dipegang.

Jika prinsip tersebut yang dikedepankan, kata Mustafa, aspirasi yang muncul akan diserap oleh PKS serta partai politik lainnya yang mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Tentu semuanya kita serap aspirasinya. Dan kita melihat sebetulnya dalam banyak hal ada kesamaan. kesamaan semangat untuk membangun indonesia yang lebih baik," ucap Mustafa.


Ustazah Neno Warisman dan Ahmad Dhani dilarang menghadiri acara Deklarasi #2019GantiPresiden di dua lokasi berbeda. Neno di Pekanbaru, Riau sedangkan Dhani di Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (25/6) lalu.

Neno diadang ratusan orang di gerbang Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/8) sore. Sementara Dhani ditolak oleh kelompok masyarakat yang tak setuju dengan kegiatan tersebut setelah mendapat penolakan dari massa anti #2019GantiPresiden.

(DAL)