Kemenhan Sebut Jokowi Minta Tinjau Ulang Proyek Jet KF-X/IF-X

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 29/08/2018 00:57 WIB
Kemenhan Sebut Jokowi Minta Tinjau Ulang Proyek Jet KF-X/IF-X Purwarupa pesawat tempur KF-X/IF-X yang sedang dikembangkan oleh Korea Selatan dan Indonesia. (Dok. PT Dirgantara Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah nampaknya berpikir ulang buat melanjutkan rencana kerja sama dengan Korea Selatan, dalam program perancangan pesawat tempur Korean Fighter Experiment/Indonesian Fighter Experiment (K-FX/I-FX). Kementerian Pertahanan menyatakan kemampuan anggaran menjadi salah satu kendala utama, padahal jet tempur itu ditargetkan bisa mengudara pada 2025.

"Arahan dari Pak Presiden kita lihat dulu kemampuan anggaran," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan Anne Kusmayati di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa (28/8).

Wacana kerja sama antara Indonesia dengan Korea Selatan untuk memproduksi pesawat tempur ini memang mengalami pasang-surut. Sempat dikabarkan tertunda beberapa kali, Kemenhan memastikan pada Mei lalu proyek ini tetap berjalan.



Sebenarnya proyek pengembangan pesawat tempur generasi kelima ini pernah tertunda pada 2009 silam. Baru pada 7 Januri 2016 Indonesia dan Korea Selatan meneken perjanjian pembagian anggaran (cost share agreement).

Menurut Anne, Presiden Joko Widodo berkeras menginginkan transisi teknologi dan hak kekayaan intelektual (HAKI) antara Korea Selatan dengan Indonesia dalam proyek ini berjalan mulus, guna memastikan transfer pengetahuan.

"Itu sudah kita komunikasikan dengan pihak Korea dan mereka sudah memenuhi keinginan Indonesia. Insyaallah kita tinggal menunggu keputusan Pak Presiden," kata Anne lagi.

Indonesia telah membayar uang muka proyek ini sebesar Rp3 triliun. Pemerintah masih harus menanggung 20 persen dari total biaya sebesar Rp18 triliun atau 1,65 triliun won (US$1,3 miliar).


Sementara 80 persen sisanya ditanggung pemerintah Korsel. Total dana yang dikeluarkan kedua negara untuk penggarapan fase kedua ini sebanyak 8,6 triliun won.

Ada tiga fase pembuatan KF-X/IF-X, yaitu pengembangan teknologi atau pengembangan konsep (technology development), pengembangan rekayasa manufaktur atau pengembangan prototipe (engineering manufacturing development), dan terakhir proses produksi massal.

Direncanakan, pada 2020 pesawat tempur tersebut sudah bisa diproduksi, dan pada 2025 diharapkan sudah bisa beroperasi. (ayp/ayp)