Ryamizard mengatakan rencana pembelian Hercules itu dilakukan usai bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James N Mattis di Hawaii pada Selasa (29/5).
"Iya Pesawat Hercules, kita akan beli di sana, nggak banyak-banyak, lima biji aja," kata Ryamizard saat ditemui di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (5/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, kata Ryamizard, masih enggan untuk menyebutkan spesifikasi dan jadwal kedatangan pesawat tersebut ke Indonesia.
Lihat juga:Mattis Tawari Ryamizard Alutsista AS |
Ryamizard mengatakan bahwa pengadaan Hercules merupakan komitmen Kementerian Pertahanan untuk memodernisasi sistem pertahanan TNI AU.
Sebab, ia menyebut beberapa Pesawat Hercules yang dimiliki Indonesia saat ini perlu diperbarui agar meningkatkan faktor kemanan bagi pasukan TNI dalam bertugas. Sebab, alutsista yang ada kebanyakan merupakan barang hibah.
Di luar masalah alutsista, Rymizard mengaku tengah menjajaki kerjasama dibidang pemberantasan terorisme dengan Amerika Serikat. Hal itu untuk menindaklanjuti serangkaian aksi teror yang mengancam Indonesia belakangan ini.
"Terutama terorisme, itu musuh semua manusia, itu bukan musuh sekolompok orang aja, jadi seluruh manusia harus memusuhi itu, melalui aparatnya, tentara, polisi, yang lain boleh juga," pungkasnya. (arh)