"Ini menurut saya suatu warning yang sangat membahayakan. Kalau kita ingat tahun 1997-1998 dimulai dengan krisis moneter," kata Fadli di Gedung DPR, Jumat (31/8)
Fadli mengungkapkan di zaman Orde Baru (Orba) saat itu, nilai rupiah terus merosot mulai dikisaran Rp2.200 ke Rp6.000 hingga terburuknya Rp18.000. Nilai rupiah saat ini pun demikian, hampir mencampai Rp15 ribu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pelemahan Rupiah Diperkirakan Berlanjut |
Hal ini, kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu diperburuk dengan jumlah impor yang terus naik. Mulai dari beras hingga gula masih menjadi pekerjaan berat pemerintah untuk mempertahankan kedaulatan.
Dia meminta pemerintahan Joko Widodo segera melakukan intervensi yang konkret. Dia juga meminta agar pemerintah tidak beralasan soal ekonomi adalah dampak luar negeri.
"Karena alasan [dampak luar negeri] klasik ya. Anak lulusan SD juga bisa ngomong begini. Jadi seharusnya pemerintah harusnya ada langkah yang jelas," tutup dia.