Jokowi Ingin Rumah Korban Gempa Berdiri Sebelum Musim Hujan

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Senin, 03/09/2018 00:25 WIB
Jokowi Ingin Rumah Korban Gempa Berdiri Sebelum Musim Hujan Presiden Jokowi mengimbau warga Lombok saling bergotong royong membangun rumah mereka agar saat tiba musim hujan sudah bisa berteduh di rumah sendiri. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengimbau warga Lombok, Nusa Tenggara Barat bergotong royong dalam membangun kembali rumah mereka yang rusak akibat gempa bumi. Pembangunan rumah diharapkan bisa selesai sebelum tiba musim penghujan.

"Kita ingin agar rumah-rumah yang ada ini dibangun secepat-cepatnya. Oleh sebab itu semuanya harus bekerja keras, gotong royong, karena kita ini sebentar lagi akan masuk musim penghujan," kata Jokowi di Lombok, Minggu (2/9), dilansir dari keterangan resmi biro pers Istana.

"Paling tdak ada konstruksi jadi atapnya sudah bisa dibangun, sehingga bisa dipakai untuk berteduh kembali apabila musim hujan sudah datang," ucap Jokowi menambahkan.


Jokowi pada Minggu pagi terbang ke Lombok untuk memantau proses rehabilitasi pascagempa. Dia juga menyerahkan secara langsung bantuan pemerintah untuk 5.293 rumah yang rusak berat akibat gempa.

Bantuan yang diserahkan total senilai Rp254 miliar dalam bentuk tabungan. Presiden mengatakan persiapan-persiapan menuju proses pembangunan rumah, rekonstruksi untuk fasilitas baik itu sekolah, puskemsas, dan rumah sakit, sudah dimulai.

Dalam membangun kembali rumah warga, Presiden ingin yang dibangun adalah rumah tahan gempa. Oleh sebab itu, kata dia, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dibantu TNI-Polri, akan memberikan pendampingan kepada masyarakat saat membangun rumahnya.

"Kita tahu di sini pernah juga gempa besar yaitu tahun 1979 pernah mengalami hal seperti ini. Artinya apa? Rumah-rumah yang dibangun nantinya harus rumah tahan gempa, sehingga kalau ada gempa lagi, rumahnya tetap tidak ada masalah," lanjutnya.


Optimistis Pemulihan Lebih Cepat

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan dana bantuan untuk rekonstruksi rumah ini diserahkan kepada korban terdampak dari 4 kabupaten dan 1 kota, yaitu Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Kota Mataram. Sedangkan untuk Sumbawa dan Sumbawa Barat, masih dalam proses verifikasi.

"Yang menerima bantuan stimulan adalah hasil dari verifikasi tim bahwa rumahnya benar-benar rusak berat dan itu sudah di-SK-kan oleh bupatinya masing-masing. Oleh karena itu, berdasarkan SK itu maka pemerintah menyalurkan bantuan stimulan yang tadi saya katakan untuk rumah rusak berat adalah Rp50 juta," kata Kepala BNPB.

Willem menargetkan pada akhir September ini pembersihan puing-puing rumah sudah selesai. Meski demikian, ia mengatakan masyarakat sudah mulai membangun kembali rumahnya meski belum menerima dana bantuan dari pemerintah.

"Saya lihat di beberapa tempat yang sangat positif adalah masyarakat mulai membangun sendiri rumahnya," ujarnya.

Pemerintah menargetkan pembangunan kembali rumah warga akan berjalan sekitar 7-8 bulan dari sekarang, namun Jokowi optimistis pemulihan bisa lebih cepat selesai.

"Contoh seperti di Sumbawa Barat mereka punya Perda gotong royong untuk membangun rumah ini dan mereka yakin dalam tiga bulan mereka akan berhasil membangun semua rumah-rumah yang rusak," ujar Presiden. (wis)