KPK Panggil Dirut Samantaka Batubara Terkait Suap PLTU Riau-1

Feri Agus, CNN Indonesia | Selasa, 04/09/2018 12:37 WIB
KPK memanggil Dirut Samantaka Batubara, Sujono sebagai saksi untuk tersangka Johannes B Kptjo dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Jubir KPK Febri Dianysah mengatakan penyidik memanggil Dirut Samantaka Batubara, Sujono sebagai saksi untuk tersangka Johannes B Kptjo dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Utama PT Samantaka Batubara, Sujono Hadi Sudarno dalam penyidikan dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Sujono bakal dimintai keterangannya sebagai saksi untuk pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited, Johannes B Kotjo, salah satu tersangka dalam kasus tersebut.

"Saksi Sujono Hadi Sudarno diperiksa untuk tersangka JBK (Johannes B Kotjo)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Selasa (4/9).


Selain Sujono, penyidik KPK juga memanggil kerabat mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, Tahta Maharaya serta Direktur Pengembangan dan Niaga PT Pembangkitan Jawa-Bali, Henky Heru Basudewo. Mereka berdua bakal diperiksa sebagai saksi mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Dalam kasus ini, lembaga antirasuah baru menetapkan Eni, Idrus, dan Kotjo sebagai tersangka. Eni bersama-sama Idrus diduga menerima hadiah atau janji dari Kotjo, yang juga Bos Apac Group.

Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap, dengan rincian sejumlah Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018.

Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek milik PT PLN senilai US$900 juta. Sementara itu, Idrus dijanjikan bakal mendapat US$1,5 juta bila Kotjo berhasil memegang proyek tersebut.

Namun, proyek itu dihentikan sementara oleh Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir setelah mencuatnya kasus dugaan suap ini.

(osc/osc)