Dewan Pakar Klaim Tak Ada Perpecahan Golkar Terkait Pilpres

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Rabu, 05/09/2018 01:10 WIB
Dewan Pakar Klaim Tak Ada Perpecahan Golkar Terkait Pilpres Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menyatakan Golkar tetap kompak mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menyatakan tidak ada perpecahan di internal partai berlambang pohon beringin terkait dukungan di pilpres 2019.

Hal ini merespons anggota Dewan Pembina Partai Golkar Fadel Muhammad yang menyatakan ada potensi perpecahan di internal partai lantaran Joko Widodo tidak memilih Airlangga Hartarto sebagai bakal calon wakil presiden.

"Sampai sekarang tidak ada perubahan. Dewan Pakar, Pembina dan Kehormatan semua instrumen Golkar melanjutkan secara konsisten keputusan munas dan munaslub mengusung Jokowi dan menerima yang sudah diputuskan Pak Ma'ruf sebagai wakil pendamping Jokowi. Tidak ada perpecahan," kata Agung di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Selasa (4/9).


Menurutnya, pernyataan satu atau dua individu yang berbeda pendapat tidak mencerminkan sikap Golkar sebagai sebuah partai politik.

Sebab, kata Agung, sikap Golkar hingga ke daerah konsisten bersama partai politik koalisi lainnya untuk mendukung dan memenangkan Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019.

"Kami mengadakan pembicaraan di daerah tidak ada perpecahan, karena kami sadar bahwa pemilihan wapres adalah hak prerogatif dari presiden dan kami sudah terima, sudah ikhlas, siap," katanya.

Fadel Muhammad sebelumnya menyayangkan Jokowi memilih Ketua MUI Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden mendampinginya di Pilpres 2019.

Menurut Fadel, pemilihan Ma'ruf Amin sebagai pendamping Jokowi berpotensi memicu perpecahan di internal Golkar. Sebab kata dia sejak awal kader berharap bisa mendapatkan posisi cawapres.

Potensi perpecahan itu juga diungkapkan Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Golkar Mahyudin. Kata dia ada perbedaan pendapat soal dukungan bagi calon presiden yang akan diusung di pilpres 2019.

"Dalam politik pasti ada yang begitu-begitunya [perbedaan pendapat], enggak cuma Golkar doang, di mana-mana ada. Pasti ada yang tak bulat, pasti ada yang lonjongnya," kata Mahyudin saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Kamis (23/8).

Airlangga sendiri sudah membantah isu perpecahan itu dan menyebut Fadel Muhammad tidak bisa lagi berbicara tentang partai karena sudah mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

"Pak Fadel Muhammad itu sudah nyalon jadi DPD dan sudah diterima pencalonannya oleh KPU maka yang bersangkutan tidak bisa lagi berbicara tentang partai," kata Airlangga di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (27/8). (wis/wis)