Hal ini merespons anggota Dewan Pembina Partai Golkar Fadel Muhammad yang menyatakan ada potensi perpecahan di internal partai lantaran Joko Widodo tidak memilih Airlangga Hartarto sebagai bakal calon wakil presiden.
"Sampai sekarang tidak ada perubahan. Dewan Pakar, Pembina dan Kehormatan semua instrumen Golkar melanjutkan secara konsisten keputusan munas dan munaslub mengusung Jokowi dan menerima yang sudah diputuskan Pak Ma'ruf sebagai wakil pendamping Jokowi. Tidak ada perpecahan," kata Agung di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Selasa (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadel Muhammad sebelumnya menyayangkan Jokowi memilih Ketua MUI Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden mendampinginya di Pilpres 2019.
Potensi perpecahan itu juga diungkapkan Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Golkar Mahyudin. Kata dia ada perbedaan pendapat soal dukungan bagi calon presiden yang akan diusung di pilpres 2019.
"Dalam politik pasti ada yang begitu-begitunya [perbedaan pendapat], enggak cuma Golkar doang, di mana-mana ada. Pasti ada yang tak bulat, pasti ada yang lonjongnya," kata Mahyudin saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Kamis (23/8).
"Pak Fadel Muhammad itu sudah nyalon jadi DPD dan sudah diterima pencalonannya oleh KPU maka yang bersangkutan tidak bisa lagi berbicara tentang partai," kata Airlangga di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (27/8). (wis)