Anies Kembali Curhat Kesulitan Usai Ditinggal Sandiaga

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Kamis, 06/09/2018 05:10 WIB
Anies Kembali Curhat Kesulitan Usai Ditinggal Sandiaga Setelah Sandiaga pergi, Gubernur Anies mengaku mengalami tantangan dalam upaya untuk memenuhi semua undangan maupun agenda sebagai kepala daerah. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali mengungkap kesulitan yang dialami dirinya setelah Sandiaga Uno memilih mundur dari jabatan wakil gubernur.

Kali ini, dia mengungkapkan soal upaya untuk memenuhi semua undangan maupun agenda kepala daerah.

"Yang lebih menantang itu pengaturan banyak sekali undangan," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (5/9).


Ketiadaan Wakil Gubernur DKI Jakarta membuat Anies tak lagi bisa membagi undangan atau agenda yang ia miliki. Sebab, selama masih ada Sandiaga Uno yang menjabat sebagai wagub, Anies bisa melimpahkan sejumlah undangan atau agenda yang ia terima kepada pasangannya dalam Pilkada DKI 2017 itu.

"Kalau dulu bisa dibagi kalau sekarang ya tidak bisa dibagi, keleluasaan itu enggak ada," ujar Anies.


Kendati demikian, Anies mengklaim meskipun kini tengah menjadi kepala daerah tunggal, ia menjamin program-program Pemprov DKI masih terus berjalan dengan baik.

"Kalau untuk menjalankan program tidak (kesulitan), semuanya berjalan baik-baik saja dan sistemnya juga ada," tuturnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menegaskan tidak ada perbedaan dalam menjalankan program Pemprov DKI meski tak lagi didampingi Sandi.

"Kalau untuk program enggak ada bedanya," kata Anies.

Anies Curhat Soal Kesulitan Usai Sandiaga PergiAnies Baswedan dan Sandiaga Uno saat bersama berjuang memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Sebelumnya, Sandiaga Uno resmi mundur dari jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta karena maju sebagai bakal cawapres di Pilpres 2019. Sampai saat ini, proses pengisian jabatan wagub masih belum dimulai sebab belum ada Keputusan Presiden soal pengunduran diri Sandi.

Gerindra dan PKS selaku partai pengusung memiliki hak mengusulkan nama untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut. Namun, hingga saat ini masih belum ada kesepakatan soal pengisian jabatan itu.

Anies sendiri mengaku tak memiliki kriteria khusus untuk sosok pengganti Sandi. Ia percaya, nantinya PKS dan Gerindra selaku partai pengusung akan memilih sosok yang tepat untuk mendampingi dirinya memimpin Jakarta.

"Saya percaya partai pasti mengusulkan orang-orang yang matang yang siap untuk bekerja bersama di pemprov, dan saya siap, saya siap saja," tutur Anies di Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (31/8).

(kid/kid)