"Saya sebagai korban jangan main-main untuk bikin statement. Saya kira baik menunjukan niat baik itu dengan langsung kerja. Makanya kita merasa penting untuk ketemu dengan pihak Kabareskrim, kita sedang mengagendakan untuk bertemu," ujar Suciwati saat ditemui di aksi Kamisan memperingati 14 tahun kasus pembunuhan Munir di seberang Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/9).
Suciwati mengaku yakin kasus Munir bakal terungkap dan tuntas dengan jika aparat berniat. Menurut dia masih banyak aparat di negara ini yang bersih dan ingin membongkar kasus Munir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Tim Advokasi Kasus Munir Putri Kanesia mengatakan pernyataan Arief menjadi peluang supaya kasus Munir terungkap. Polri, kata Putri, dapat ikut mendesak pemerintah membuka dokumen hasil penyelidikan Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir.
Saat ini bersama dengan Suciwati, kata Putri, timnya tengah berkomunikasi dengan Bareskrim Polri untuk mengetahui kelanjutan kasus Munir. Sebab, kata Putri, belum ada perkembangan berarti dari kasus pembunuhan Munir.
Perkembangan terakhir, lanjut Putri, baru sebatas perintah Presiden Joko Widodo membuka dokumen TPF kepada publik pada 2016 lalu.
"Kita sudah mengagendakan bertemu dengan Kabareskrim, tapi karena sedang di luar kami sedang berkomunikasi dengan Polri untuk dipertemukan dengan Kabareskrim guna menanyakan posisi kasus Munir sampai hari ini," ujarnya. (ayp)