Saling Ejek, Buruh China dan Lokal di PLTU Jawa VII Berkelahi

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 10/09/2018 12:30 WIB
Saling Ejek, Buruh China dan Lokal di PLTU Jawa VII Berkelahi Ilustrasi perkelahian. (Istockphoto/deepblue4you)
Serang, Banten, CNN Indonesia -- Sejumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China dan lokasl terlibat keributan di PLTU Jawa VII di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten. Pemicunya ternyata sepele hanya karena saling ejek.

Menurut Kapolres Serang AKBP Komarudin, peristiwa itu terjadi pada akhir pekan lalu. Tepatnya pada Sabtu (8/9) dan Minggu (9/9).

Komarudin mengatakan, insiden itu dipicu oleh saling ejek di antara kedua belah pihak.


"Pada saat makan siang, terjadi kesalahpahaman antara TKA dengan tenaga kerja lokal," kata Komarudin, di Serang, Banten, Senin (10/9).


Komarudin menerangkan akibat saling caci itu, seorang buruh China memukul pekerja lokal. Alhasil hal itu membangkitkan amarah kedua belah pihak. Mereka lantas terlibat baku hantam.

Karena massa pekerja lokal lebih banyak, pelaku pemukulan awal yang diduga dari pihak TKA China itu lantas kabur ke tumpukan peti kemas. Karena provokasi, buruh lokal di proyek itu lantas mengamuk hingga mereka juga menyasar buruh China yang tidak tahu permasalahan awal.

"Dari situlah akhirnya secara spontanitas karyawan lokal mereka mendatangi salah satu tempat di mana pelaku mengamankan diri, dan menuntut agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," katanya.

Komarudin menyatakan pelaku pemukulan berinisial TXS dan TCG, yang keduanya berkewarganegaraan China. Saat ini mereka sedang diperiksa di Polres Serang Kota.

"Korban MF juga sedang kita mintai keterangan. Korban luka memar saja," katanya.

PLTU Jawa VII termasuk ke dalam salah satu proyek listrik nasional 35 ribu megawatt.
(ynd/ayp)