Dukcapil Serang Sebut Ribuan KTP Tercecer saat Bersih Gudang

Yugo Hindarto, CNN Indonesia | Selasa, 11/09/2018 21:13 WIB
Dukcapil Serang Sebut Ribuan KTP Tercecer saat Bersih Gudang Ribuan lembar KTP yang tercecer di lahan kosong, di Cikande, Serang, Banten, Minggu (10/9). (Yandhi Deslatama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang, Banten, menyebut temuan ribuan KTP di lahan kosong akibat pembersihan gudang penyimpanannya. Namun, kartu identitas itu diduga kuat sudah tak berlaku.

Sebelumnya diberitakan ada penemuan 2.910 kepingan KTP di Kampung Tarikolot RT 03/RW 02, Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Minggu (11/9). Kartu-kartu itu kemudian diamankan Kodim Serang.

"Pihak pemerintah Kecamatan Cikande sedang merapikan ruang yang biasa dipakai gudang atau tempat penyimpanan barang yang tidak terpakai. Ruang gudang tersebut akan digunakan," ujar Asep Saepudin Mustafa, Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang, melalui pesan singkat, Selasa (11/9).


"Akibat ketidakpahaman, kemudian dokumen kependudukan tersebut dibuang oleh oknum staf kecamatan ke tempat pembuangan sampah secara sembarangan," ia menambahkan.

Asep menyebut temuan itu berjumlah 2.910 keping KTP dan 9 kartu keluarga (KK). Rincian sementara, 513 di antaranya adalah KTP manual (KTP lama, bukan e-KTP), dan 111 e-KTP rusak secara fisik.

"Kami pastikan semua barang yang ditemukan adalah produk Disdukcapil Kabupaten Serang, tetapi kemungkinan kuat tidak berlaku karena sudah ada pergantian dengan produk baru untuk penduduk yang bersangkutan," tuturnya.

Pemusnahan dokumen e-KTP tak terpakai, di Bogor, beberapa waktu lalu.Pemusnahan dokumen e-KTP tak terpakai, di Bogor, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Hal itu didasarkan atas uji data dengan alat pembaca (reader) yang dilakukannya. Asep mengaku baru mengambil sampel empat keping e-KTP dan sembilan kartu keluarga.

Misalnya, e-KTP atas nama Suharyati, yang berganti fisik kartu karena mengubah status perkawinan; e-KTP atas nama Asan yang diganti karena perubahan jenis pekerjaan dari wiraswasta menjadi kepala desa.

Selain itu, KK atas nama Basar, kepala keluarga, berganti karena pembaruan tanda tangan Camat menjadi tanda tangan kepala Disdukcapil Kab. Serang sesuai amanat undang-undang.

"Kami akan uji semua KTP-el untuk memastikan sebagai produk yang sudah tidak terpakai dari proses pergantian," lanjut Asep.

Gudang Kemendagri Penuh

Dia mengaku penampungan dokumen kependudukan yang tak terpakai ditampung di gudang Disdukcapil dan kantor kecamatan dan tidak lagi dikirim ke Kemendagri sejak 2017.

"Sejak 2017, Kemendagri tidak menerima karena gudangnya penuh dari pengiriman se-Indonesia," ungkapnya.

Sebagai pencegahan insiden serupa, Asep akan melakukan rapat bersama pemerintah kecamatan, Rabu (12/9). "Kami akan tarik semua fisik KTP-el dan KK yang sudah tidak berfungsi atau tidak terpakai ke kantor Disdukcapil Kab. Serang," tandas dia.

(arh/wis)