Gerindra Sindir PSI 'Partai Nol Koma' dan Cuma Numpang Tenar

Feri Agus, CNN Indonesia | Rabu, 12/09/2018 10:16 WIB
Gerindra Sindir PSI 'Partai Nol Koma' dan Cuma Numpang Tenar Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade tak ambil pusing dengan tudingan Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni yang menyebut bakal calon presiden Prabowo Subianto gagal mengelola koalisi pada koalisi Pilpres 2019.

Andre memahami pernyataan Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin itu lantaran PSI merupakan partai yang baru pertama kali mengikuti Pemilu butuh panggung untuk dikenal. Bahkan, Andre menyebut PSI sebagai 'Parnoko' alias partai nol koma.

"Memang sengaja berkomentar ke Pak Prabowo dan Partai Gerindra. Ya Kami maklumi saja, namanya juga Parnoko butuh panggung," kata Andre yang juga Juru Bicara Prabowo-Sandi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/9).


Antoni menilai Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah gagal mengelola soliditas organisasi mereka pada koalisi Pilpres 2019. Hal itu ia sampaikan untuk merespon permainan dua kaki Partai Demokrat di Pemilu 2019 dilakukan atas perintah Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.

"Prabowo gagal mengelola organisasi, koalisi yang kecil, apalagi mengelola bangsa yang problematikanya jauh lebih kompleks," kata Antoni dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com Selasa (11/9).
Antoni menilai koalisi yang terbentuk dalam koalisi Prabowo-Sandi sangat mengisitimewakan dan didominasi oleh Partai Gerindra. Antoni tak dapat membayangkan jika Prabowo terpilih sebagai presiden di Pilpres 2019 mendatang.

Andre menduga komentar-komentar yang dilayangkan Raja Juli kepada Prabowo maupun Gerindra merupakan bagian dari operasi PSI untuk meningkatkan popularitas menjelang pemilihan legislatif pertamanya sebagai partai baru.

"Karena ini kan bagian dari operasi numpang tenar. Operasi untuk meningkatkan popularitas," tuturnya.

Andre membantah bila Prabowo maupun Sandiaga disebut gagal mengelola koalisi pada Pilpres 2019. Menurutnya, partai koalisi pengusung Prabowo-Sandi sangat solid untuk menghadapi pesta demokrasi lima tahunan kali ini.

"Enggaklah, koalisinya solid, bahkan hari ini Pak Prabowo ketemu Pak SBY," ujarnya.

Fokus Pileg dan Pilpres

Lebih lanjut, Andre menyebut Demokrat tetap solid mendukung Prabowo-Sandi. Dia menilai pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief soal dua kaki Demokrat, yang akan fokus pada Pileg dan Pilpres 2019 merupakan hal wajar.

Menurut Andre, karena untuk pertama kali Pileg dan Pilpres dilakukan bersama pada tahun depan, partai politik akan memikirkan bagaimana bisa mencapai hasil maksimal dalam waktu yang bersamaan.

"Setiap partai pasti berpikir pileg dan pilpres, main dua kakiknya kan jelas, satu kaki di pileg, satu lagi di pilpres, itu kan wajar karena pileg dan pilpres bersamaan," kata Andre.

Andre justru menyebut tudingan yang disampaikan kepada Prabowo-Sandi, sebagai bentuk kepanikan kubu Jokowi-Ma'ruf. Pasalnya, kata Andre, popularitas Prabowo-Sandi di tengah masyarakat terus menanjak menyaingi Jokowi-Ma'ruf, selaku petahana.

"Kami lihat ini kan kepanikan mereka saja, bahwa mereka ingin mendiskreditkan koalisi kami, karena mereka panik melihat Pak Prabowo dan Bang Sandi luar biasa disambut masyarakat," tuturnya.
(ugo)